Logo Bloomberg Technoz

RI Jajaki Beli Minyak Rusia, Bagaimana Kabar Impor Migas dari AS?

Azura Yumna Ramadani Purnama
16 April 2026 08:40

An oil pumping jack in an oil field in Russia. (Photographer: Andrey Rudakov/Bloomberg)
An oil pumping jack in an oil field in Russia. (Photographer: Andrey Rudakov/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara ihwal nasib kelanjutan impor komoditas minyak dan gas (migas) senilai US$15 miliar atau sekitar Rp253 triliun dari Amerika Serikat (AS), di tengah adanya rencana impor minyak mentah hingga bahan bakar minyak (BBM) dari Rusia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengklaim PT Pertamina (Persero) sudah menindaklanjuti kesepakatan Indonesia untuk impor minyak mentah, gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG), dan BBM.

Akan tetapi, dia enggan mengungkapkan komoditas dan volume yang telah diimpor oleh Pertamina. Laode hanya menegaskan Indonesia bakal berusaha mengamankan kontrak pembelian migas dari sejumlah perusahaan AS.


“Kan Pertamina sudah jalan. Tinggal sekarang itu sumbernya ini yang harus kita kejar,” kata Laode kepada awak media di kompleks DPR RI, Rabu (15/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Laode memberikan kode Indonesia bakal mengimpor BBM dari Rusia, setelah sebelumnya mulai menjajaki pembelian minyak mentah dan LPG dari negara tersebut.