Menurut Bahlil, harga BBM nonsubsidi bakal mengalami penyesuaian yang minimal jika harga minyak mentah terus mengalamai tren penurunan.
“Mengenai dengan BBM yang RON 92, RON 95, RON 98 — termasuk dengan solar yang Dex [series]— itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai,” kata Bahlil kepada awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026).
“Mudah-mudahan doakan agar betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi,” tutur dia.
Adapun, PT Pertamina Patra Niaga tidak menyesuaikan seluruh BBM jenis bersubsidi dan nonsubsidi pada 1 April 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV. Dumatubun menyatakan perseroan senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM.
“Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dengan mengikuti arahan kebijakan Pemerintah untuk tidak ada penyesuaian harga BBM, baik nonsubsidi maupun BBM bersubsidi,” kata Roberth dalam keterangan resminya.
Operator SPBU swasta; BP-AKR, Shell, hingga Vivo terpantau turut menahan seluruh harga BBM jenis bensin dan solar pada 1 April 2026, sebagaimana yang dilakukan Pertamina.
Manajemen BP-AKR menegaskan menghormati kebijakan pemerintah terkait dengan tata kelola dan penetapan harga bahan bakar di Indonesia.
Manajemen mengungkapkan perseroan menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku di sektor energi.
“Sebagai badan usaha niaga BBM, BP-AKR senantiasa menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku di sektor energi di Indonesia, serta tetap berkomitmen dalam menyediakan bahan bakar dan layanan berkualitas bagi pelanggan,” kata perwakilan manajemen BP-AKR kepada Bloomberg Technoz, Kamis (2/4/2026).
(azr/wdh)






























