BI: Harga BBM Subsidi Stabil Bikin Rupiah Terjaga
Mis Fransiska Dewi
13 April 2026 14:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengakui kebijakan pemerintah dalam mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan berdampak positif memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Hal itu terjadi lantaran saat harga minyak mentah dunia tengah bergejolak imbas konflik di Timur Tengah antara AS dan Israel yang menyerang Iran hingga mengganggu salah satu jalur utama migas dunia, Selat Hormuz, pemerintah bisa meredam kenaikan harga BBM di dalam negeri.
“Dengan kebijakan pemerintah tidak menaikkan harga BBM, khususnya untuk yang subsidi BBM kelompok masyarakat bawah, saya rasa ini menjadi suatu hal juga yang akan sangat positif untuk bisa menahan rupiah ke depannya,” kata Destry dalam acara Central Banking Forum 2026, Senin (13/4/2026).
Destry menilai tekanan terhadap kurs sejauh ini disebabkan karena menguatnya indeks dolar (DXY). Kondisi tersebut membuat pergerakan kurs dolar terhadap berbagai mata uang negara lain tengah tinggi-tingginya, termasuk rupiah.
"Apakah Indonesia sendirian? Tidak. Sejak adanya serangan di Iran beberapa negara ada depresiasi dalam. Kita juga minus 1,91% di posisi year to date. Pergerakan nilai tukar tidak sendirian," jelas Destry.






























