Logo Bloomberg Technoz

Liza  mengkhawatirkan tren pelemahan rupiah itu justru akan menekan upaya IHSG untuk kembali bangkit usai ditimpa sentimen transparansi pasar oleh pengelola indeks global dan konflik di Timur Tengah.

“Murah tanpa aliran dana tetap saja bisa lama tidak bergerak,” kata Liza.

Pada penutupan perdagangan spot sore ini, Selasa (14/4/2026), rupiah diperdagangkan di Rp17.122 per dolar AS. Melemah 0,11% dan menjadi mata uang Asia terlemah hari ini.

Sejak pekan lalu, rupiah bertengger di level Rp17.000 per dolar AS.

Pergerakan rupiah tiga hari terakhir, hingga 14 April 2026. (Bloomberg)

 Indeks dolar AS melemah 0,16% ke posisi 98,2 dan membawa mayoritas mata uang Asia kembali menguat. Namun, rupiah tertinggal lantaran tekanan domestik lebih dominan daripada tekanan eksternal. 

Di pasar valas, permintaan dolar AS dari dalam negeri meningkat, terutama seiring periode repatriasi dividen dan kebutuhan pembayaran impor. Hal ini menyebabkan adanya tekanan likuiditas di pasar valas. 

Repatriasi dividen ini memang bersifat musiman. Tapi saat ini efeknya jadi lebih terasa karena terjadi di tengah melemahnya fondasi eksternal Indonesia. 

Di sisi lain, penurunan cadangan devisa pada Maret juga jadi indikator bahwa bantalan stabilitas sepertinya mulai menipis, sehingga ruang manuver otoritas moneter jadi makin sempit.

Proyeksi Rupiah

NH Korindo Sekuritas memproyeksikan rupiah bakal melorot sampai ke level Rp17.250 per dolar AS sampai Rp17.350 per dolar AS.

Proyeksi itu mencerminkan dinamika kepercayaan pasar seiring dengan ketidakpastian geopolitik global yang menekan minat investasi di pasar Indonesia.

Sentimen tersebut juga dipengaruhi penilaian pemeringkat internasional, Moody’s dan Fitch, yang memberikan outlook negatif bagi Indonesia.

Head of Research NH Korindo Sekuritas Ezaridho Ibnutama mengatakan Bank Indonesia kini berada dalam posisi terjepit.

Di satu sisi, ada kebutuhan untuk bersikap dovish demi mendukung pertumbuhan, namun di sisi lain, BI mesti hawkish untuk mengendalikan risiko modal kabur atau capital flight.

"Independensi Bank Indonesia kini tengah dipertanyakan menyusul penunjukan kerabat dekat Presiden di jajaran strategis, bersamaan dengan cadangan devisa yang mulai tergerus untuk mengintervensi pelemahan Rupiah," dikutip dari riset NH Korindo Sekuritas yang disusun Ezaridho Ibnutama dan Graceline Melinda dikutip Selasa (14/4/2026).

IHSG Penutupan Sesi II pada Selasa 14 April 2026 (Bloomberg)

Secara historis, depresiasi Rupiah yang tajam selalu menjadi sinyal peringatan bagi pasar saham.

NH Korindo mencatat kasus depresiasi besar pada 1998 dan 2013 sebagai referensi risiko bagi investor saat ini.

Meskipun IHSG menunjukkan kekuatan bullish jangka pendek, para analis sepakat bahwa keberlanjutan rebound akan sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar.

Tanpa penguatan Rupiah yang meyakinkan, status saham-saham blue chip yang "murah" tetap akan dipandang berisiko tinggi oleh investor asing, mengingat adanya risiko kerugian kurs (currency loss) yang dapat menggerus total keuntungan investasi mereka di Indonesia.

Adapun, IHSG ditutup di posisi 7.675,95 pada penutupan perdagangan hari ini. Melesat 2,34% dibanding dengan hari sebelumnya.

Posisi tertinggi IHSG sepanjang hari ini ada di 7.686 sedang terendahnya 7.592.

Volume perdagangan tercatat melibatkan 53,31 miliar saham. Nilai perdagangan mencapai Rp24,85 triliun dengan frekuensi yang terjadi 3,1 juta kali diperjualbelikan.

Saham–saham infrastruktur, saham perindustrian, dan saham energi menjadi penopang utama menguatnya IHSG dengan melesat mencapai 5,61%, 4,46% dan 3,67%.

(fik/naw)

No more pages