Logo Bloomberg Technoz

Rebound IHSG Dibayangi Pelemahan Rupiah

Muhammad Fikri
14 April 2026 20:40

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan dibayangi risiko pelemahan rupiah yang berlanjut pada awal April 2026.

Kendati indeks komposit berbalik menguat ke level 7.675 pada penutupan perdagangan, Selasa (14/4/2026), rupiah justru sempoyongan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan tren melemahnya rupiah mencerminkan penyempitan spread imbal hasil atau yield antara  Surat Berharga Negara (SBN) dengan US Treasury.


Kondisi ini membuat aset keuangan Indonesia kehilangan daya pikatnya di mata investor global. Sentimen yang sama juga menimpa IHSG.

"Di sinilah sumber tekanan yang sebenarnya. Selama spread makin tipis, aset Indonesia kehilangan daya tarik. Akibatnya, meskipun valuasi saham terlihat murah, investor asing tetap tidak punya insentif besar untuk masuk secara agresif," kata Liza kepada Bloomberg Technoz, Selasa (14/4/2026).