Logo Bloomberg Technoz

Diketahui, rupiah spot tercatat melemah 0,09% ke level Rp17.113/US$, sejalan dengan kembali menguatnya indeks dolar As terhadap enam mata uang utama sebesar 0,41% ke level 99,05. Tak berselang lama, rupiah kembali melemah 0,17% ke Rp17.127/US$.

Tekanan terhadap mata uang kawasan juga dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah. Minyak mentah jenis Brent kembali melonjak 6,86% ke US$101,73 per barel pada 08.45 WIB.

Kenaikan harga energi tersebut menekan mata uang kawasan Asia.  Pelemahan dipimpin peso 0,77%, lalu won Korea Selatan 0,49%, yen Jepang 0,27%, dolar Singapura dan Taiwan masing-masing melemah 0,23%, ringgit Malaysia 0,14%, yuan offshore 0,11%, dan yuan China 0,08%. 

Di sisi lain, eskalasi situasi semakin meningkat setelah militer AS mengumumkan akan mulai memblokade Selat Hormuz pada pukul 10 pagi waktu New York pada Senin. 

“Blokade akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman,” kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Bloomberg News. 

Sekadar catatan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026 dengan rerata harga minyak dunia mencapai US$100/barel di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. 

Purbaya menegaskan pemerintah telah berhitung secara terperinci bahkan hingga kemungkinan terburuk yang akan terjadi dalam konflik geopolitik terhadap perekonomian Indonesia.

“Kami siap tidak menaikkan harga BBM subsidi sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata harga minyak dunia US$100/barel sudah dihitung. Kalau nonsubsidi bukan hitungan kami. [BBM] subsidi aman enggak usah takut, kami sudah hitung,” tegas Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

(lav)

No more pages