Logo Bloomberg Technoz

Melesatnya IHSG hingga berhasil balik arah juga merupakan efek secara langsung dari menguatnya saham Prajogo Pangestu yaitu Barito Pacific (BRPT) hingga saham PTRO, saham TPIA, dan juga saham BREN.

Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Senin (13/4/2026).

  1. Barito Pacific (BRPT) menyumbang 16,67 poin
  2. Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 9,26 poin
  3. Chandra Asri Pacific (TPIA) menyumbang 7,26 poin
  4. Energi Mega Persada (ENRG) menyumbang 5,74 poin
  5. Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 5,27 poin
  6. Petrosea (PTRO) menyumbang 3,8 poin
  7. Impack Pratama Industri (IMPC) menyumbang 3,65 poin
  8. Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang 3,01 poin
  9. Chandra Daya Investasi (CDIA) menyumbang 2,8 poin
  10. Vktr Teknologi Mobilitas (VKTR) menyumbang 2,75 poin

Adapun saham–saham unggulan LQ45 juga menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang berhasil menguat 5,79%, dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terapresiasi 4,57%.

Menyusul, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melesat di zona hijau dengan menguat 2,52%. Juga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menguat mencapai 1,92%.

Di samping penguatan IHSG, Panin Sekuritas menyebut, investor masih mencermati tensi geopolitik, setelah Presiden AS Donald Trump akan melakukan blokade total untuk Selat Hormuz pasca tidak adanya kesepakatan antara AS dengan Iran. 

Trump juga menyatakan akan mencari dan mencegat setiap kapal yang akan masuk dan keluar dari Selat Hormuz dan menyatakan Iran tidak boleh diuntungkan melalui aktivitas yang dinyatakan oleh Trump ilegal, pasca kebijakan fee sebesar US$2 juta per kapal. 

Dari dalam negeri, rilis data penjualan ritel Indonesia pada Februari 2026 meningkat di level 6,5% year–on–year/yoy (dari yang sebelumnya 5,7% yoy), jadi sentimen positif bagi IHSG.

Bank Indonesia (BI) mengumumkan data penjualan eceran atau ritel untuk periode Februari dan proyeksi Maret.

BI melaporkan penjualan ritel yang dicerminkan dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) untuk Februari berada di 232,7. Naik 6,5% dibanding periode yang sama tahun lalu year–on–year/yoy, lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan Januari yang sebesar 5,7% yoy.

Pertumbuhan 6,5% yoy juga menjadi yang tertinggi sejak Maret 2024 atau hampir dua tahun.

Secara bulanan atau month–to–month/mtm, penjualan eceran pada Februari tumbuh sebesar 4,1%. Jauh lebih baik dibanding Januari yang turun 2,7% mtm.

Untuk Maret, BI memperkirakan IPR ada di 254,2. Jika benar terjadi, maka tumbuh 2,4% yoy.

“Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi,” imbuh laporan BI.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret diperkirakan tumbuh 9,3% mtm, yang jika benar terjadi maka akan menjadi yang tertinggi dalam setahun.

(fad)

No more pages