Kemudian, ia juga memiliki rental alat berat, seperti penyewaan mesin-mesin besar untuk proyek infrastruktur. Kemudian, ekspedisi dan logistik seperti layangan pengiriman dan suplai umum (general supplier), dan bisnis properti.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf
Berdasarkan LHKPN, Andi Muchtar Ali Yusuf tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp272 miliar. Aset Andi Utta naik Rp6 miliar jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp266 miliar. Bisnis Andi Muchtar bergerak di bidang alat berat, angkutan laut, transportasi khusus Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), dan industri.
Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali
Mengutip LHKPN per April 2026, total harta kekayaan Muhammad Natsir Ali iperkirakan mencapai sekitar Rp147 miliar hingga Rp151,7 miliar.
Ia tercatat sebagai salah satu bupati terkaya di Sulawesi Selatan. Rincian aset utamanya meliputi Tanah dan Bangunan dengan komponen terbesar mencapai Rp142,29 miliar.
Kemudian alat transportasi yang meliputi berbagai unit kendaraan dan mesin, termasuk sebuah kapal laut senilai Rp2,5 miliar.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani Fuad
Total harta kekayaan Lilis Nuryani Fuad mencapai sekitar Rp138 miliar mengutip LHKPN terbaru. Sebagian besar kekayaannya berasal dari latar belakangnya sebagai pengusaha sukses dan komisaris di beberapa perusahaan sebelum menjabat sebagai bupati.
Bupati Rembang, Harno
Harno tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai Rp133 miliar. Angka ini menjadikannya salah satu calon kepala daerah dengan kekayaan signifikan, dengan aset terbesar berupa tanah dan bangunan senilai Rp60,9 miliar.
Bupati Soppeng, Sulawesi Selatan, Suwardi Haseng
Dari laporan LHKPN terbaru pada awal 2026 terungkap bahwa total harta kekayaan Suwardi Haseng, tercatat mencapai lebih dari Rp111 miliar.
Suwardi dikenal sebagai salah satu kepala daerah terkaya di Sulawesi Selatan dan mendapat julukan Raja SPBU karena latar belakang bisnisnya di sektor energi.
Sumber kekayaannya diketahui berasal dari bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di beberapa kabupaten, serta pengalamannya sebagai pengusaha energi sebelum terjun ke politik.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq sempat menjadi sorotan karena memiliki harta kekayaan fantastis, yang mencapai Rp86 miliar. Namun, Fadia Arafiq terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pada awal Maret 2026 atas dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Pekalongan.
(mef/wep)





























