Rupiah dan Mata Uang Asia Lanjutkan Pelemahan
Tim Riset Bloomberg Technoz
10 April 2026 09:38

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot belum menunjukkan perlawanan. Rupiah spot melanjutkan tren pelemahannya setelah kemarin terdepresiasi hingga 0,44%.
Hari ini, Jumat (10/4/2026), rupiah membuka perdagangan dengan stagnansi di Rp17.085/US$. Tak berselang lama, rupiah melemah 0,2% ke posisi Rp17.089/US$.
Sebenarnya penguatan indeks dolar AS tak signifikan, hanya berubah 0,04% ke 98,85. Namun, harga minyak masih bertahan tinggi dengan kenaikan 0,58% ke US$96,48 per barel pada pukul 09:00 WIB dan menekan hampir semua mata uang di kawasan.
Kenaikan harga minyak masih terjadi di tengah masa gencatan senjata ini lantaran jalur distribusi belum sepenuhnya pulih. Pasar minyak masih berada dalam kondisi yang rapuh. Harga minyak yang sempat anjlok pada Rabu kembali merangkak naik karena masih tertahan dan belum benar-benar mengalir ke pasar global.
Dari kawasan Asia, mayoritas mata uang bergerak di zona merah. Pelemahan dipimpin peso Filipina, won Korea Selatan, baht Thailand, yen Jepang, dolar Singapura, dan yuan offshore. Sebaliknya, hanya ringgit Malaysia dan dolar Taiwan yang mampu menguat.






























