Logo Bloomberg Technoz

Produksi CPO Maret Turun 12,2%, Konsumsi Dalam Negeri Mengekor

Farid Nurhakim
25 May 2026 17:30

Buah sawit atau CPO usai diambil dari perkebunan kelapa sawit. (Bloomberg)
Buah sawit atau CPO usai diambil dari perkebunan kelapa sawit. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produksi minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) di Indonesia pada Maret tahun ini mengalami penurunan.

Namun secara tahunan (year on year/yoy) hingga Maret tahun ini, GAPKI mengeklaim produksi CPO plus produksi PKO 2026 naik menjadi 15.558 ribu ton atau 18,44% lebih tinggi dari produksi tahun lalu sebanyak 13.135 ribu ton.

“Produksi CPO bulan Maret 2026 mencapai 4.403 ribu ton, turun 12,22% dari bulan sebelumnya 5,015 ribu ton. Produksi PKO bulan Maret juga turun menjadi 418 ribu ton dari 485 ribu ton di bulan Februari sehingga total produksi CPO+PKO Maret 2026 mencapai 4.821 ribu ton lebih kecil -12,35% dari bulan sebelumnya 5.500 ribu ton,” ungkap Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono lewat siaran pers, Senin (25/05/2026). 


Kemudian dia menuturkan, pihaknya mencatat total konsumsi dalam negeri juga mengalami penurunan sampai 8,25% dari 2.305 ribu ton pada Februari tahun ini menjadi 2.115 ribu ton pada Maret 2026. “Penurunan terbesar terjadi pada konsumsi pangan yang turun menjadi 897 ribu ton atau -9,03% dari bulan sebelumnya sebesar 986 ribu ton,” tutur Mukti.

Dia pun membeberkan bahwa konsumsi biodiesel turun 7,71% menjadi 1.056 ribu ton dari 1.144 ribu ton pada bulan sebelumnya, dan konsumsi oleokimia juga mengalami penurunan 7,43% menjadi 162 ribu ton dari 175 ribu ton pada bulan lalu. Secara yoy, sampai dengan Maret tahun ini, konsumsi pada 2026 naik menjadi 6.524 ribu ton atau 7,47% lebih tinggi dari konsumsi 2025 senilai 6.071 ribu ton.