Tetapi, dirinya menggarisbawahi perusahaan akan tetap menjaga stabilitas harga kepada konsumen meski perusahaan yang yang bekerja sama saat ini lebih banyak menanggung beban operasional.
Perang antara Iran versus AS dan Israel sendiri memang telah mengganggu rantai pasok industri plastik, dan hal itu merugikan produksi petrokimia yang digunakan dalam banyak produk manufaktur.
Di sisi lain, perusahaan juga mengantisipasi potensi kenaikan tarif impor di AS yang diperkirakan berlaku dalam waktu dekat. Learning Resources sendiri diketahui sebelumnya aktif menentang kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump, bahkan menjadi penggugat utama dalam perkara di Mahkamah Agung yang membatalkan sebagian tarif tersebut.
Gangguan pasokan plastik yang dipicu konflik di Timur Tengah turut memperparah kondisi rantai pasok global, terutama pada industri petrokimia yang menjadi bahan dasar plastik. Sejumlah pemasok di Asia dilaporkan menangguhkan pengiriman, sementara harga bahan kimia seperti etilena, metanol, dan propilena melonjak tajam.
Tetapi, Rabu kemarin, pasar sedikit memiliki harapan saat AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu yang dirancang untuk menghentikan konflik dengan imbalan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Meski demikian, masih belum jelas apakah lalu lintas kapal tanker akan kembali melalui titik sempit tersebut, yang sebagian besar masih terblokir.
Pertempuran yang terus berlanjut di Timur Tengah —diperparah oleh serangan Israel yang berlangsung di Lebanon— meredam harapan akan penyelesaian yang bertahan lama pada Rabu kemarin.
Bahkan ketika selat tersebut dibuka, pemulihan pasokan akan berlangsung secara bertahap. Produksi telah dibatasi di ladang minyak dan gas, kilang mengurangi atau menghentikan operasi, dan beberapa fasilitas petrokimia utama mengalami kerusakan akibat serangan.
Jim Fitterling, CEO Dow Inc. — perusahaan petrokimia terbesar di AS — memperingatkan bulan lalu bahwa pemulihan aliran petrokimia di Teluk Persia bisa memakan waktu hingga sembilan bulan untuk kembali normal setelah Hormuz dibuka kembali.
(wep)































