Selain itu, ia juga mengingatkan sekitar 74 ribu pelaku usaha di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan. Upaya tersebut dinilai penting agar memberikan dampak nyata bagi ekosistem dan masyarakat luas.
Capaian PROPER Emas ini menjadi yang keempat bagi Kilang Cilacap. Sebelumnya, penghargaan serupa telah diraih pada tahun 2019, 2020, dan 2024.
Keberhasilan berulang ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga standar tinggi pengelolaan lingkungan. Hal ini juga memperkuat posisi strategis kilang sebagai bagian penting dari industri energi nasional yang berkelanjutan.
Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut melampaui standar yang dipersyaratkan oleh regulator.
“PROPER Emas 2025 menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan lingkungan di Kilang Cilacap dilakukan melampaui standar yang dipersyaratkan, sekaligus diiringi dengan program pengembangan masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan operasional kilang.
Program Pemberdayaan Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan meraih PROPER Emas tidak terlepas dari inovasi dalam program pemberdayaan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Area Manager Communication, Relations dan CSR Kilang Cilacap, Agustiawan.
Ia menjelaskan bahwa berbagai program dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Salah satu program unggulan adalah pembinaan Bank Sampah Abhipraya.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Masyarakat Mandiri Kutawaru atau MAMAKU. Program tersebut berlokasi di wilayah Kutawaru, Cilacap Tengah.
Wilayah Kutawaru memiliki tantangan geografis tersendiri karena terpisah dari pusat Kota Cilacap oleh perairan Segara Anakan. Kondisi ini membuat pengelolaan sampah menjadi persoalan yang cukup kompleks.
“Program ini hadir sebagai solusi atas tantangan pengelolaan sampah di wilayah yang secara geografis terpisah dari pusat Kota Cilacap oleh perairan Segara Anakan,” jelasnya.
Melalui Bank Sampah Abhipraya, masyarakat mulai meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah rumah tangga. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat diolah menjadi sumber ekonomi baru.
Berbagai fasilitas pendukung turut disediakan untuk menunjang program ini. Di antaranya mesin pencacah plastik, komposter, hingga alat injection daur ulang.
Tidak hanya itu, masyarakat juga mendapatkan pelatihan berkelanjutan. Pelatihan ini membantu mereka mengolah sampah menjadi produk bernilai jual.
Hasilnya, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat lingkungan tetapi juga ekonomi. Sampah dapat dikonversi menjadi tabungan maupun produk yang memiliki nilai pasar.
Inisiatif ini menjadi bukti bahwa program lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menciptakan dampak jangka panjang.
Lebih jauh, program tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, tantangan lingkungan dapat diubah menjadi peluang.
Kilang Cilacap menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar konsep, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Program berbasis masyarakat menjadi salah satu pilar penting dalam strategi tersebut.
Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi serupa. Tujuannya adalah memastikan bahwa operasional energi tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan secara kolektif di berbagai sektor.
Melalui pencapaian PROPER Emas keempat ini, Kilang Cilacap kembali menegaskan posisinya sebagai pelaku industri yang bertanggung jawab. Tidak hanya memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.
(tim)




























