Logo Bloomberg Technoz

Wamenkeu Yakin RI Jauh dari krisis, ini buktinya

25 May 2026 12:51

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung saat konferensi pers RDG Bulan Mei 2024 di Jakarta, Rabu (22/5/2024). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung saat konferensi pers RDG Bulan Mei 2024 di Jakarta, Rabu (22/5/2024). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan perekonomian Indonesia hingga saat ini masih cukup positif di tengah tren pelemahan rupiah dan kejatuhan IHSG belakangan ini, yang sekaligus memunculkan anggapan Indonesia akan kembali menuju krisis seperti 1997-1998 silam.

Juda membantah anggapan tersebut. Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal I-2026 masih berada di atas 5,6%, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tinggi dan percepatan belanja pemerintah.

"Banyak kalangan baik di media termasuk media sosial mengatakan ekonomi kita menuju krisis seperti 97-98. Kalau melihat angka-angka tadi, jauh dari situasi krisis," ujar Juda dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Jakarta, Senin (25/5/2026).


Juda mengatakan, inflasi juga masih terjaga di 2,42% per bulan April kemarin. Pendapatan negara juga hingga April  mencapai 918 triliun atau tumbuh 13,3% secara tahunan (yoy), di dorong pendapatan pajak sendiri yang juga tumbuh 16,1%. 

Kemudian, kata dia, belanja negara tumbuh 34,3%, masih cukup tinggi. Di tengah belanja yang cukup tinggi, defisit juga masih terkendali di 0,64%, menurun dari Maret lalu yang masih sebesar 0,92%.

Baca Juga