Logo Bloomberg Technoz

Berbagai inisiatif yang dilakukan perusahaan terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga di sekitar wilayah operasi.

“Komitmen Pertamina Patra Niaga tak hanya menopang ketahanan energi nasional, tapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, utamanya yang ada di sekitar wilayah operasi. Melalui program-program TJSL, kami merangkul dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Mars Ega.

Inovasi Sosial dari Daerah hingga Nasional

Salah satu contoh inovasi sosial dilakukan di Sumatera Selatan melalui Kilang Plaju. Program bertajuk Belida Musi Lestari difokuskan pada pelestarian ikan belida yang merupakan spesies asli Sungai Musi dan hampir punah.

Program ini berhasil mendorong pembentukan 30 sentra perikanan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga meningkatkan ekonomi masyarakat lokal yang terlibat dalam budidaya ikan.

Di Jawa Tengah, Kilang Cilacap menjalankan program MAMAKU SIGAP yang menyasar warga Kelurahan Kutawaru. Mayoritas penerima manfaat adalah mantan pekerja migran Indonesia dan anak buah kapal.

Program ini berfokus pada pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui Bank Sampah Abhipraya. Hasilnya, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Masih di wilayah Jawa Tengah, IT Semarang menghadirkan program Lawang Cemoro. Program ini menggabungkan pendekatan sosial dan kesehatan dengan fokus pada pencegahan serta pendampingan korban kekerasan dalam rumah tangga.

Selain memberikan edukasi dan pelatihan konseling, program ini juga memberikan makanan tambahan bagi balita. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.

“Melalui berbagai inovasi sosial, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk membantu mengatasi permasalahan-permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Kami berusaha memberikan kontribusi positif pada kehidupan masyarakat, terutama yang ada di sekitar operasi perusahaan,” tutur Mars Ega.

Inovasi lainnya hadir dari Kilang Balongan melalui program BERBISIK. Program ini mengusung konsep Collaboration Hub yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Melalui program ini, kelompok tunarungu diberikan pelatihan keterampilan melalui workshop kreatif dan pengelolaan Kedai Kopi Teman Istimewa. Mereka tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri.

Program ini mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dari tahap dasar hingga kewirausahaan dan advokasi kebijakan. Pendekatan inklusif menjadi nilai utama dalam pelaksanaannya.

“Pertamina Patra Niaga berupaya menjangkau semua lapisan masyarakat terutama kelompok rentan. Kami percaya semua orang memiliki potensi untuk maju dan mandiri,” tutur Mars Ega.

Sementara itu, IT Jakarta menjalankan program Sunter Jaya Entrepreneur atau Sunterpreneur. Program ini memberdayakan kelompok rentan seperti ibu rumah tangga dan lansia melalui usaha kuliner.

Produk yang dihasilkan antara lain almond crispy, peanut cookies, dan chocolate soft cookies. Program ini terbukti mampu meningkatkan pendapatan sekaligus keterampilan wirausaha peserta.

Di Surabaya, IT Surabaya fokus pada pemberdayaan masyarakat bantaran sungai. Program ini mencakup pembenahan lingkungan, pembangunan bank sampah, serta pemanfaatan sumber daya air sungai.

Dampaknya cukup signifikan, mulai dari berkurangnya pencemaran air hingga terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Lebih dari 1.000 orang telah merasakan manfaat dari program ini.

Selain capaian PROPER emas, sebanyak 69 unit operasi Pertamina Patra Niaga juga berhasil meraih peringkat hijau. Hal ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga standar pengelolaan lingkungan di berbagai wilayah.

"Ke depan, kami berharap kinerja ini tidak berhenti di sini. Kami akan terus mendorong peningkatan, sehingga unit yang saat ini meraih Proper Hijau dapat meningkat menjadi Emas, dan yang masih Biru dapat naik menjadi Hijau. Ini menunjukkan keseriusan kami dalam mengelola perusahaan secara berkelanjutan, demi menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang serta mendukung keberlanjutan negeri," ujar Mars Ega.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menambahkan bahwa kepemimpinan perusahaan menjadi faktor penting dalam pencapaian ini. Keterlibatan aktif manajemen dinilai mampu mendorong kinerja lingkungan yang unggul.

"Partisipasi aktif dan keterlibatan manajemen puncak serta tim menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendorong pencapaian kinerja lingkungan yang unggul. Ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai entitas yang berkomitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)," kata Roberth.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari para pemangku kepentingan dalam keberhasilan program TJSL yang dijalankan perusahaan. Kolaborasi dinilai menjadi kunci keberlanjutan program.

"Walau penghargaan bukanlah tujuan utama perusahaan, Proper ini menjadi salah satu bahan evaluasi untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan. Tentunya, pencapaian ini tak mungkin terjadi raih tanpa adanya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang turut mensukseskan program-program yang kami jalankan. Ke depannya kami berharap bisa memberikan dampak keberlanjutan lebih luas lagi kepada banyak pihak," tutup Roberth.

(tim)

No more pages