Dujarric mengatakan Dewan Penyelidikan akan dibentuk untuk kasus tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku di PBB.
"Kami kembali menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur dan kepada Pemerintah Indonesia. Kami juga berharap seluruh pihak turut mendoakan pemulihan penuh bagi semua yang terluka dalam insiden ini maupun insiden lainnya," ujar dia.
Sebelumnya, empat anggota TNI yang berada di Indobatt UNP 7-1, Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan terkena proyektil pada Ahad Malam (29/04/2026). Dalam serangan tersebut, Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia.
Praka Rico Pramudia mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di RS Saint George, Beirut. Sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan dan mendapat pengobatan di UNIFIL.
(ain)



























