Bahlil sebelumnya mengungkapkan Indonesia sudah mulai mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah. Pada saat ini, sekitar 20% impor LPG Indonesia memang berasal dari beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Dia menyatakan stok LPG nasional per Jumat (13/3/2026) mencapai 15,65 hari dan pemerintah bakal terus memperkuat stok. Salah satunya dengan mendiversifikasi sumber impor dari Timur Tengah ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Australia.
Bahkan, kata dia bakal terdapat dua kargo impor LPG asal Australia yang segera tiba di RI pada pertengahan Maret.
“Dengan kondisi sekarang yang di Middle East kita pecah lagi untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Pada akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia. Itu untuk LPG,” kata Bahlil dalam sidang kabinet paripurna, Jumat (13/3/2026).
Kemudian, pada akhir bulan Maret diklaim terdapat dua kargo LPG yang tiba di RI. Setelah sebelumnya pada 8 Maret terdapat satu kargo impor LPG yang diklaim Bahlil tiba di Indonesia.
"Jadi Januari Februari Maret April itu insyaallah clear,” ujarnya.
(ros/wdh)






























