Zat Aditif
Akan tetapi, Yannes mengungkapkan risiko tersebut dapat dimitigasi dengan mencampurkan zat aditif antioksidan dan biocide.
Risiko tersebut juga bisa dimitigasi dengan melakukan pemantauan rutin terhadap kandungan air, angka asam, dan stabilitas oksidasi.
Dia menegaskan jika seluruh langkah tersebut dilakukan, idealnya B50 dapat disimpan dalam jangka waktu 3—6 bulan, tergantung dengan kondisi tangki dan suhu lingkungan.
“Makin tinggi FAME, makin dominan sifat biodiesel yang higroskopis, rentan oksidasi, makin cepat degradasi, makin jadi pelarut kuat, dan makin berpotensi membentuk deposit atau asam,” tegas dia.
Tak Perlu Tangki Baru
Yannes menegaskan penyimpanan B50 tidak memerlukan tangki baru, sehingga tangki penyimpanan bahan bakar bekas penggunaan B40 masih bisa dilakukan jika telah dilakukan pembersihan.
Dia mengungkapkan tangki tersebut perlu dibersihkan secara total sebelum diisi dengan B50, sebab FAME bersifat kuat dan dapat meluruhkan kerak, varnish, dan deposit lama dari tangki sebelumnya.
Jika kondisi tersebut terjadi, kualitas biodiesel baru bakal menurun dan tercampur dengan beberapa kandungan tersebut.
“Pengurasan air rutin di dasar tangki menjadi keharusan, karena air yang mengendap akan memperburuk pertumbuhan mikroba dan oksidasi. Monitoring kualitas secara berkala juga sangat dianjurkan agar kualitas B50 tetap terjaga selama penyimpanan,” ujar Yannes.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat produksi CPO Indonesia sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, tumbuh 7,26% dibandingkan dengan produksi 2024 sebanyak 48,16 juta ton.
Di sisi lain, produksi olahan minyak sawit tercatat sebesar 4,89 juta ton, naik 6,41% dibandingkan dengan 2024 sejumlah 4,59 juta ton.
Lebih lanjut, sepanjang 2025, total konsumsi CPO domestik tercatat sebanyak 24,7 juta ton dan ekspor 32,3 juta ton.
Untuk konsumsi domestik, sektor pangan memanfaatkan sekitar 9,8 juta ton, lebih rendah 3,6% dari tahun sebelumnya.
Selanjutnya, industri oleokimia memanfaatkan sekitar 2,2 juta ton CPO, atau tumbuh 1,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sementara itu, untuk biodiesel, tercatat sebanyak 12,7 juta ton, lebih tinggi 11% dari tahun sebelumnya 11,44 juta ton.
Di sisi lain, dari total ekspor 2025 sebesar 32,3 juta ton, 22,72 juta ton di antaranya merupakan ekspor minyak sawit olahan. Lalu, ekspor CPO tercatat sebesar 2,9 juta ton. Sementara itu, ekspor oleokimia dilaporkan 5,07 juta ton.
Sekadar informasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa pemerintah akan menerapkan B50 pada 1 Juli 2026.
Hal ini merupakan salah satu poin dari 8 butir transformasi budaya kerja nasional, dalam merespons gejolak harga minyak dunia dampak dari perang di Timur Tengah.
"Sebagai bagian dari upaya kemandirian energi dan efisiensi energi, pemerintah menerapkan kebijakan B50. Ini mulai berlaku 1 Juli 2026," kata Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
(azr/wdh)



























