Airlangga menjelaskan harga avtur di berbagai negara sudah meningkat mengikuti perkembangan pasar karena tidak disubsidi oleh pemerintah.
"Kalau kita tidak menyesuaikan, maka maskapai lain bisa memanfaatkan perbedaan harga ini," tutur Airlangga.
Di Bandara International Soekarno Hatta, harga avtur per 1 April 2026 sudah meningkat mencapai Rp23.551/liter. Hal ini tentu mempengaruhi struktur biaya operasional maskapai, karena harga avtur berkontribusi mencapai 40% terhadap biaya operasional pesawat. Maka itu, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket terjangkau di masyarakat.
"Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau, maka pemerintah menjaga harga kenaikan tiket hanya di kisaran 9%-13% dengan beberapa langkah, salah satunya insentif PPN DTP," kata Airlangga.
(lav)



























