Logo Bloomberg Technoz

Pelabuhan Tanjung Priok dan Ritme Ekonomi yang Pantang Henti

Sultan Ibnu Affan
24 May 2026 16:37

Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Bloomberg Technoz/Sultan Ibnu)
Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Bloomberg Technoz/Sultan Ibnu)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saat belahan wilayah kota lain terlelap, aktivitas di lingkungan pelabuhan justru bekerja penuh dan terus bergerak. Deru berbagai mesin atau alat berat juga tetap terdengar dari sisi dermaga, sembari diiringi oleh truk-truk logistik yang perlahan masuk ke area terminal menunggu gilirannya.

Saat hiruk-pikuk tersebut, di sisi lautan kapal-kapal juga datang silih berganti dan pergi membawa berbagai komoditas strategis dengan satu tujuan; pemenuhan kebutuhan industri, yang akan kembali disalurkan untuk kebutuhan hidup masyarakat dengan aktivitas selama 24 jam penuh dalam sepekan. Sebagian orang mungkin hanya melihat pelabuhan sebagai tempat kapal bersandar. Namun di balik aktivitas yang nyaris tak pernah berhenti itu, ada rantai pasok nasional yang sedang dijaga agar tetap bergerak.  

Sebagai pelabuhan tersibuk di Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara tentu memegang peran penting dalam menjaga arus perdagangan dan rantai pasok logistik nasional tetap hidup dan berjalan sebagaimana mestinya. 


“Aktivitas operasional di terminal nonpetikemas berlangsung selama 24 jam penuh dengan sistem kerja bergiliran (shift) untuk memastikan seluruh proses bongkar muat berjalan tanpa henti,” ujar Fiona Sari Utami, Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Tanjung Priok.

Bukan tanpa arahan yang tidak jelas, Fiona mengatakan, setiap pergantian shift petugas, koordinasi manajemen, operator alat berat, hingga tenaga kerja bongkar muat tetap menjadi dasar utama proses kerja dalam satu ritme yang saling terhubung satu sama lain. Meski demikian, ritme tersebut tidak selalu berjalan lancar dan bergerak statis.

Artikel Terkait