Logo Bloomberg Technoz

“Padahal itu karena base-nya beda untuk harga listrik. Jadi kita sekarang sebetulnya di 2,51%. Jadi masih baik, sektor eksternal tetap solid,” jelas Purbaya.. 

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 7,24%. Ini memberi andil inflasi 1,08%.

"Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah tarif listrik," ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Kelompok pengeluaran lain yang mengalami inflasi cukup tinggi ialah pada perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni sebesar 15,32% dan memberi andil 1,02%, terutama pada komoditas emas perhiasan.

Kemudian, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami inflasi 3,34% dan memberi andil inflasi 0,99%.

"Pada Maret 2026, masih ada sedikit pengaruh low base effect dibanding Maret 2025," kata Ateng.

Dia menjelaskan, pada Januari-Februari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan diskon listrik yang menekan IHK pada periode tersebut. Meskipun tarif listrik prabayar kembali ke harga normal pada Maret 2025, tapi untuk pelanggan listrik pascaprabayar masih terpengaruh diskon listrik. Pasalnya, pelanggan membayar tarif Februari pada Maret 2025.

"Dengan demikian, ketika penghitungan inflasi 2026, karena basis pembandingnya masih rendah, maka menghasilkan tingkat inflasi yang tinggi," papar Ateng.

(lav)

No more pages