Axios melaporkan AS, Iran, dan mediator regional sedang membahas syarat-syarat gencatan senjata selama 45 hari yang berpotensi mengakhiri pertempuran, mengutip empat sumber AS, Israel, dan regional yang mengetahui diskusi tersebut. Para sumber yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan peluang mencapai kesepakatan dalam 48 jam ke depan sangat rendah.
Pada 26 Maret, Trump juga memberi Iran batas waktu 10 hari untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang akan berakhir pada Senin malam. Ancamannya untuk membom pembangkit listrik sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.
Operasi pada Sabtu malam, yang dipuji oleh Trump, melibatkan puluhan pesawat AS yang dikerahkan untuk mengevakuasi anggota kru yang terluka dari daerah pegunungan di Iran, sehari setelah orang kedua dari F-15E yang sama diselamatkan.
Misi tersebut berlangsung selama dua hari dan melibatkan ratusan pasukan operasi khusus, di mana pesawat AS menjatuhkan bom dan menembaki konvoi Iran untuk menjauhkan mereka dari area persembunyian pilot tersebut, seperti dilaporkan New York Times.
Ketua Komite Intelijen DPR AS, Rick Crawford, seorang Republikan dari Arkansas, mengatakan dalam program Sunday Morning Futures di Fox News bahwa AS tidak mengalami korban jiwa tetapi menghancurkan “beberapa” pesawat di darat di Iran untuk mencegah mereka jatuh ke tangan musuh.
Penembakan pesawat AS menghancurkan citra tak terkalahkan yang berusaha diproyeksikan Trump saat perang dengan Iran memasuki bulan kedua. Serangan Iran telah membuat Selat Hormuz—yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia—nyaris lumpuh, sehingga menaikkan harga energi dan mengguncang pasar global.
15 kapal telah melintasi selat tersebut dengan izin Iran dalam 24 jam terakhir, lapor kantor berita semi-resmi Fars, menambahkan bahwa angka tersebut masih sekitar 90% lebih rendah dibandingkan sebelum konflik dimulai.
Harga minyak naik setelah ancaman terbaru Trump, di mana Brent naik sekitar 1,4% dan diperdagangkan di atas US$110 per barel. Saham-saham Jepang menguat pada awal perdagangan Senin menyusul laporan bahwa beberapa kapal telah melintasi selat tersebut.
(bbn)






























