Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan ini membuat harga minyak kembali melonjak. Pada pukul 08:13 WIB, harga minyak jenis brent naik 1,57% ke US$ 110,75/barel.

Kenaikan harga energi membuat dunia dihantui risiko inflasi yang tinggi. Ini akan membuat bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve di AS) sulit untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana ‘ramalan’ gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terjebak di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 45. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Namun indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 77. Menghuni area beli (long) yang kuat, bahkan hampir jenuh (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sudah melewati pivot point US$ 4.629/troy ons. Dari sini, ada risiko menguji support US$ 4.585/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10.

Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.512/troy ons.

Namun kalau harga emas berhasil balik arah, maka U$ 4.641/troy ons bisa menjadi resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpeluang mendongkrak harga ke rentang US$ 4.643-4.690/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.718/troy ons.

(aji)

No more pages