OPEC+ memperingatkan pada Minggu bahwa kerusakan pada aset energi Timur Tengah akan berdampak jangka panjang pada pasokan minyak bahkan setelah perang Iran berakhir, saat mereka menyetujui kenaikan simbolis kuota produksi untuk bulan depan.
Sehari jelang rilis CPI, indikator inflasi pilihan bank sentral AS, Federal Reserve, ini akan memberikan gambaran singkat mengenai tekanan harga sebelum perang. Para ekonom memperkirakan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti — di luar makanan dan energi — naik sebesar 0,4% untuk bulan ketiga berturut-turut pada Februari, yang mengindikasikan bahwa upaya untuk meredam inflasi mulai terhenti bahkan sebelum konflik tersebut.
Ditambah dengan bermacam sinyal stabilisasi di pasar tenaga kerja AS, tekanan harga yang membandel serta risiko inflasi baru yang berasal dari perang di Timur Tengah membantu menjelaskan mengapa Fed mungkin kesulitan menurunkan suku bunga tahun ini.
“Data ketenagakerjaan yang luar biasa pada Maret dan tingkat pengangguran yang lebih rendah tentu tidak memperkuat argumen bagi Fed untuk segera melanjutkan pemotongan suku bunga. Data minggu depan juga kemungkinan tidak akan mendukung argumen untuk pemotongan suku bunga,” terang para analis Bloomberg Economics, termasuk Stuart Paul, Eliza Winger.
Rilis notulen rapat kebijakan bank sentral bulan Maret pada pertengahan minggu ini berpeluang memberikan gambaran mengenai kekhawatiran para pejabat terkait inflasi atau potensi dampak ekonomi yang timbul dari konflik Iran dan gangguan terkait pada pasokan energi serta komoditas lainnya.
Selain data harga PCE, laporan Biro Analisis Ekonomi akan mencakup deretan data mengenai pengeluaran pribadi serta pendapatan. Para ekonom memperkirakan adanya kenaikan moderat pada pengeluaran yang disesuaikan dengan inflasi.
Laporan-laporan lain yang akan dirilis pekan depan antara lain indeks aktivitas jasa bulan Maret dari Institute for Supply Management, yang dijadwalkan dirilis pada hari Senin. Dan pada hari Jumat, Universitas Michigan akan merilis indeks sentimen konsumen bulan April versi awal.
Di Kanada, survei angkatan kerja bulan Maret akan memberikan gambaran awal tentang bagaimana lonjakan biaya energi mungkin berdampak pada pertumbuhan lapangan kerja dan tingkat pengangguran. Para ekonom memperkirakan tingkat pengangguran akan naik menjadi 6,8%.
Bank sentral dari Polandia hingga India dan Selandia Baru mungkin akan mempertahankan kebijakan moneter mereka sambil memantau perkembangan di Timur Tengah, sementara indikator inflasi dari China hingga Amerika Latin akan menunjukkan dampaknya terhadap biaya hidup.
(bbn)





























