Logo Bloomberg Technoz

Dikombinasikan dengan tanda-tanda stabilisasi di pasar tenaga kerja AS, tekanan harga yang tetap tinggi serta risiko inflasi baru akibat perang di Timur Tengah membantu menjelaskan mengapa The Fed kemungkinan akan kesulitan menurunkan suku bunga tahun ini.

Apa kata analis Bloomberg?

Rilis notulen rapat kebijakan bulan Maret oleh bank sentral pada pertengahan pekan dapat memberikan gambaran mengenai kekhawatiran para pejabat terhadap inflasi atau potensi dampak ekonomi yang timbul dari konflik Iran serta gangguan terkait pada aliran energi dan komoditas lainnya.

Selain data harga PCE, laporan dari Bureau of Economic Analysis juga akan mencakup angka belanja pribadi serta pendapatan. Para ekonom memperkirakan adanya kenaikan moderat dalam belanja yang telah disesuaikan dengan inflasi.

Laporan lain pada pekan mendatang termasuk indeks aktivitas sektor jasa Maret dari Institute for Supply Managementyang akan dirilis pada Senin. Kemudian pada Jumat, University of Michigan akan merilis indeks awal sentimen konsumen untuk April.

Untuk informasi lebih lanjut, baca laporan lengkap “Week Ahead” untuk AS dari Bloomberg.

Di Canada, survei angkatan kerja bulan Maret akan memberikan gambaran awal mengenai bagaimana lonjakan biaya energi mulai berdampak pada pertumbuhan lapangan kerja dan tingkat pengangguran. Para ekonom memperkirakan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 6,8%.

Di tempat lain, bank sentral dari Poland hingga India dan New Zealand kemungkinan akan mempertahankan kebijakan mereka sambil memantau perkembangan di Timur Tengah, sementara indikator inflasi dari China hingga Amerika Latin akan menunjukkan dampaknya terhadap biaya hidup.

Inflation in Four of LatAm's Big Economies Seen Accelerating. (Sumber: Central banks, national statistics agencies, Bloomberg)

Asia

Asia akan menghadapi tiga keputusan suku bunga pekan ini, dengan perhatian tertuju pada bagaimana para otoritas menilai risiko terhadap harga dan pertumbuhan akibat konflik di Timur Tengah.

Reserve Bank of New Zealand diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25% pada Rabu untuk pertemuan kedua berturut-turut, setelah Gubernur Anna Breman mengatakan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan sebagai respons terhadap perang Iran.

Pergerakan harga di pasar overnight swaps menunjukkan para trader melihat sekitar 58% peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli, meskipun para ekonom memperkirakan penahanan suku bunga akan berlangsung lebih lama.

Pada hari yang sama, Reserve Bank of India diperkirakan akan mempertahankan suku bunga repo di level 5,25%. Sementara itu, pada Jumat, Bank of Korea — dalam pertemuan terakhir masa jabatan Gubernur Rhee Chang Yong — hampir pasti juga akan mempertahankan kebijakan tanpa perubahan.

Central Bank Rate Decisions This Week. (Sumber: Bloomberg)

(bbn)

No more pages