Perjalanan bisnis Candyco tidak selalu mulus. Sempat mengalami masa vakum, usaha ini justru bangkit dengan strategi yang lebih matang. Pembukaan gerai fisik menjadi langkah penting dalam memperkuat identitas brand sekaligus mendekatkan diri kepada pelanggan.
Dalam operasional sehari-hari, Candyco memanfaatkan teknologi pembayaran digital untuk meningkatkan efisiensi transaksi. Penggunaan QRIS BRI membantu mempercepat proses pembayaran sekaligus memberikan kemudahan bagi konsumen.
Di sisi lain, pengembangan kapasitas usaha juga dilakukan melalui platform LinkUMKM. Program ini memberikan akses pembelajaran dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan daya saing bisnis secara berkelanjutan.
Penguatan Kapasitas Melalui LinkUMKM
Salah satu pengalaman yang dirasakan langsung oleh Candyco adalah mengikuti program Seven Days Challenge. Program ini dirancang sebagai tantangan terstruktur selama tujuh hari untuk membantu pelaku UMKM merefleksikan perjalanan bisnis mereka.
Melalui pendekatan micro storytelling, peserta diajak menyusun konten harian yang menggambarkan perkembangan usaha sekaligus merancang langkah strategis ke depan. Bagi Candyco, program ini menjadi momen penting untuk evaluasi internal.
“Seru karena kami bisa melakukan rewind dan refleksi atas berbagai hal yang sudah dijalankan selama perjalanan membangun bisnis, sehingga membantu kami menyusun strategi ke depan,” ungkapnya.
Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku usaha. Platform ini menjadi salah satu ekosistem digital yang mendorong UMKM naik kelas melalui berbagai fitur terintegrasi.
Enam fitur utama yang tersedia meliputi UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB. Seluruh fitur tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha dari berbagai aspek.
Selain itu, terdapat lebih dari 750 modul pembelajaran yang mencakup pengembangan soft skill dan hard skill. Materi ini membantu pelaku usaha memahami manajemen bisnis, pemasaran, hingga pengelolaan operasional secara lebih profesional.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai bahwa Candyco merupakan contoh nyata bagaimana UMKM dapat berkembang melalui pemanfaatan program pendampingan yang tepat. Penguatan kapasitas dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing.
“Candyco menunjukkan bahwa daya saing UMKM bertumpu pada pengelolaan usaha yang konsisten, kualitas yang terjaga, dan kesiapan memenuhi permintaan pasar. LinkUMKM menyediakan akses pembelajaran, pendampingan, serta program yang aplikatif agar pelaku usaha dapat menata bisnisnya lebih terukur sesuai tahap pengembangan. Melalui penguatan kapasitas tersebut, BRI mendorong UMKM memperluas pasar dan membangun fondasi usaha yang tangguh untuk tumbuh berkelanjutan,” pungkasnya.
Kisah Candyco menunjukkan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya bergantung pada produk yang menarik, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dan mengelola bisnis secara konsisten. Dukungan ekosistem seperti LinkUMKM menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan tersebut.
Ke depan, peluang industri kerajinan rajut masih terbuka lebar, terutama dengan meningkatnya minat terhadap produk handmade. Dengan strategi yang tepat, Candyco berpotensi terus memperluas pasar sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku UMKM kreatif yang kompetitif.
(tim)






























