Logo Bloomberg Technoz

Suntikan Dana Investor ke OpenAI Capai Rp2.074 T, Valuasi Melesat

Merinda Faradianti
01 April 2026 12:02

Sam Altman, CEO OpenAI. Bloomberg
Sam Altman, CEO OpenAI. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta –Startup sekaligus pelopor teknologi kecerdasan buatan, OpenAI, akhirnya menutup penggalangan dana dengan total terkumpul US$122 miliar atau setara Rp2.074 triliun. Langkah yang menjadi bagian dari rencana besar perluasan investasi pusat data hingga memasok chip AI dalam jumlah besar.

Fund raise dari investor awalnya hanya mengumpulkan US$110 miliar dengan perhitungan valuasi tercatat US$730 miliar. Dengan arus dana seger yang membengkak, valuasi OpenAI tercatat US$852 miliar,

“Hari ini, kami menutup putaran pendanaan terbaru kami dengan modal komitmen sebesar US$122 miliar dengan penilaian pasca uang sebesar US$852 miliar,” kata OpenAI, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (1/4/2026).

Perusahaan teknologi ini telah mengalami pertumbuhan yang signifikan sejak meluncurkan ChatGPT pada akhir tahun 2022 lalu. Chatbot viral ini telah mengumpukan 900 juta pengguna aktif mingguan.

OpenAI dalam pernyataannya menyebut, dalam setahun setelah meluncurkan ChatGPT, perusahaan itu meraup keuntungan sebesar US$1 miliar. Kemudian di akhir tahun 2024 menghasilkan US$1 miliar per kuartal, dan sekarang telah menghasilkan US$2 miliar per bulan.

Sehingga, skala komersial tersebut menjadi misi sekaligus menjadi cara memperceoat pemanfaatan AI dengan menempatkan kecerdasan itu di tangan orang-orang yang memberikan akses majemuk secara global.

Ambisi itu, kata OpenAI, cocok disandingkan dengan para mitra yang bergabung seperti Amazon, NVIDIA, dan SoftBank, hingga partisipasi lanjutan mitra jangka panjang Microsoft.

Dalam ambisinya untuk terus berekapsnsi, OpenAI belum lama merilis GPT-5.4, model teknologi yang diklaim mumpuni dengan kinerja alur cepat. Kemudian memperluas Codex menjadi agen pengkodean unggulan, hingga mendorong memori pencarian, personalisasi, dan interaksi multimodal.

Membangun Aplikasi Super AI

OpenAI dalam pernyataannya menyebut berencana akan membangun superapp AI terpadu. Model ini diharapkan menjadi lebih mumpuni, faktor pembatas bergeser dari kecerdasan ke kegunaan.

Perusahaan memandang bahwa semakin hari pengguna tidak menginginkan alat yang terputus namun mereka menginginkan satu sistem yang dapat memahami maksud, mengambil tindakan, dan beroperasi di seluruh aplikasi, data, dan alur kerja.

“Aplikasi super kami akan menyatukan ChatGPT, Codex, penjelajahan, dan kemampuan agen kami yang lebih luas menjadi satu pengalaman pertama agen.”

Rencana tersebut bukan hanya menjadi langkah penyederhanaan produk. Ini adalah strategi distribusi dan penyebaran agar dapat menerjemahkan kemajuan dalam kemampuan model secara langsung ke dalam adopsi dan keterlibatan pengguna.

Hasilnya adalah sistem yang terintegrasi erat, infrastruktur yang memungkinkan intelijen yang memberi kekuatan kepada agen, dan produk yang membuat agen tersebut berguna dalam skala global.

Modal yang digunakan hari ini membantu membangun lapisan infrastruktur untuk intelijen itu sendiri. Seiring waktu, nilai itu akan mengalir kembali ke ekonomi, ke perusahaan, ke komunitas, dan ke individu.