Logo Bloomberg Technoz

Antrean SPBU Usai Pemerintah Batasi Konsumsi BBM Harian

Andrean Kristianto
31 March 2026 21:00

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemerintah menerapkan sederet kebijakan baru dalam merespons gejolak krisis energi dari dampak konflik Timur Tengah. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Pemerintah menerapkan sederet kebijakan baru dalam merespons gejolak krisis energi dari dampak konflik Timur Tengah. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Untuk penghematan BBM, pemerintah membatasi konsumsi BBM bersubsidi sebanyak 50 liter dalam sehari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk penghematan BBM, pemerintah membatasi konsumsi BBM bersubsidi sebanyak 50 liter dalam sehari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pembatasan BBM subsidi dalam hal ini solar tidak termasuk untuk aktivitas truk maupun bus-bus berpenumpang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pembatasan BBM subsidi dalam hal ini solar tidak termasuk untuk aktivitas truk maupun bus-bus berpenumpang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penyesuaian harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax series dan Dex series, masih dalam pengkajian.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penyesuaian harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax series dan Dex series, masih dalam pengkajian.

Berdasarkan catatan BPH Migas hari ini, stok bensin periode 12—31 Maret 2026 berada di atas 20 hari, sementara Solar bersubsidi di atas 18 hari.

Berdasarkan catatan BPH Migas hari ini, stok bensin periode 12—31 Maret 2026 berada di atas 20 hari, sementara Solar bersubsidi di atas 18 hari.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan dalam jumlah yang wajar. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan dalam jumlah yang wajar. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar tidak akan mengalami perubahan pada April 2026

Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar tidak akan mengalami perubahan pada April 2026

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pemerintah menerapkan sederet kebijakan baru dalam merespons gejolak krisis energi dari dampak konflik Timur Tengah. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Untuk penghematan BBM, pemerintah membatasi konsumsi BBM bersubsidi sebanyak 50 liter dalam sehari. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pembatasan BBM subsidi dalam hal ini solar tidak termasuk untuk aktivitas truk maupun bus-bus berpenumpang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penyesuaian harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax series dan Dex series, masih dalam pengkajian.
Berdasarkan catatan BPH Migas hari ini, stok bensin periode 12—31 Maret 2026 berada di atas 20 hari, sementara Solar bersubsidi di atas 18 hari.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan dalam jumlah yang wajar. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar tidak akan mengalami perubahan pada April 2026

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menerapkan sederet kebijakan baru dalam merespons gejolak krisis energi dari dampak konflik Timur Tengah. Untuk penghematan BBM, pemerintah membatasi konsumsi BBM bersubsidi sebanyak 50 liter dalam sehari.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pembatasan BBM subsidi dalam hal ini solar tidak termasuk untuk aktivitas truk maupun bus-bus berpenumpang.

"Sekali lagi, untuk pembatasan 50 liter, tidak berlaku untuk truk-truk dan angkutan umum, pasti lebih dari itu," ujar Bahlil dalam konferensi pers, Rabu (31/3/2026) petang.

Bahlil juga menegaskan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar tidak akan mengalami perubahan pada April 2026 dari bulan sebelumnya, alias bertahan di harga masing-masing Rp10.000/liter dan Rp6.800/liter.

"Menyangkut penyesuaian harga, untuk BBM nonsubsidi akan kami kembali ke Jakarta, baru kami akan lakukan pembahasan dengan dinamika yang ada," ujar Bahlil dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

(dre/frg)