Schmid The Fed Peringatkan Risiko Inflasi AS Tertahan di 3%
News
01 April 2026 09:00

Catarina Saraiva - Bloomberg News
Bloomberg, Gubernur Federal Reserve Bank of Kansas City Jeff Schmid memberikan peringatan keras agar bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) tidak mengabaikan dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi yang dipicu oleh konflik di Iran.
"Guncangan harga minyak ini terjadi di saat inflasi sudah terlalu tinggi dalam waktu yang terlalu lama," ujar Schmid pada Selasa (31/3) dalam sambutan yang disiapkan untuk sebuah acara di Oklahoma City. "Dengan kondisi inflasi yang sudah memanas, sekarang bukan saatnya berasumsi bahwa inflasi akibat kenaikan harga minyak ini hanya bersifat sementara."
Schmid menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dan gas kemungkinan besar akan berdampak pada inflasi inti melalui berbagai komponen, seperti tiket pesawat dan biaya transportasi lainnya. Ia menyoroti bahwa harga-harga telah merangkak naik lebih cepat dari target 2% yang ditetapkan The Fed selama lima tahun terakhir, dan ia mengaku khawatir inflasi akan tertahan di kisaran 3%.
Di sisi lain, bos The Fed Kansas City ini tetap memuji ketahanan ekonomi AS. Ia mencatat bahwa pertumbuhan dan konsumsi tetap kuat meskipun angka perekrutan tenaga kerja tergolong rendah. Walaupun lonjakan harga minyak diprediksi akan sedikit menghambat pertumbuhan, ia meyakini ekonomi AS kemungkinan besar mampu menyerap sebagian besar dampak kenaikan tersebut.































