Bahlil: RI Sudah Alih Impor Migas dari Timteng Usai Hormuz Tutup
Azura Yumna Ramadani Purnama
31 March 2026 21:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim Indonesia telah mengalihkan impor komoditas minyak dan gas (migas) dari Timur Tengah, tak lama setelah Selat Hormuz ditutup oleh otoritas Iran.
Bahlil menyatakan impor yang dilakukan Indonesia dari Timur Tengah merupakan minyak mentah, sementara produk bahan bakar minyak (BBM) tidak dilakukan dari kawasan tersebut sehingga diklaim tak terdampak penutupan jalur air di Teluk Persia itu.
Dia menambahkan sekitar 20% impor gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) dipasok dari kawasan Timur Tengah.
Lebih lanjut, ketika konflik di Timur Tengah mencuat, Bahlil mengklaim pemerintah langsung mengalihkan impor komoditas migas dari kawasan tersebut. Akan tetapi, dia tidak mengungkapkan sumber impor baru tersebut.
“Nah, ketika terjadi ketegangan di Timur Tengah, pemerintah atas arahan Pak Presiden untuk mencari sumber-sumber pasokan lain untuk mengganti yang dari Middle East dan alhamdulillah, sudah dapat,” kata Bahlil dalam konferensi pers secara daring dari Seoul, Selasa (31/3/2026) malam.





























