Logo Bloomberg Technoz

Di DK PBB, RI Tuntut Investigasi Tewasnya Prajurit TNI di Lebanon

Redaksi
01 April 2026 08:40

Misi perdamaian UNIFIL (Dok. UNIFIL)
Misi perdamaian UNIFIL (Dok. UNIFIL)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyuarakan kecaman keras sekaligus menuntut investigasi menyeluruh atas tewasnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Sikap tersebut disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Umar Hadi, dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang digelar Selasa (31/3).

“Kami menuntut investigasi segera, menyeluruh, dan transparan. Izinkan saya menegaskan, kami menuntut investigasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan alasan dari Israel,” ujar Umar Hadi dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube PBB.

Indonesia juga meminta DK PBB terus memantau perkembangan penyelidikan serta segera menindaklanjuti hasil investigasi. Selain itu, Umar menegaskan pelaku harus dimintai pertanggungjawaban hukum dan serangan terhadap penjaga perdamaian tidak boleh terulang.


“Kami menuntut para pelaku dimintai pertanggungjawaban secara hukum, imunitas tidak boleh menjadi standar, dan serangan terhadap penjaga perdamaian tidak boleh diulang atau ditoleransi,” ungkapnya.

Dalam rapat yang turut dihadiri Perwakilan Tetap Israel untuk PBB, Danny Danon, Indonesia juga meminta jaminan tegas dari semua pihak, termasuk Israel, untuk mematuhi hukum internasional dan menghentikan tindakan yang membahayakan personel PBB.