Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk kembali meluncurkan program Genera-Z Berbakti sebagai upaya mendorong kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan masyarakat. Program ini menyasar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengimplementasikan ide inovatif melalui kegiatan pengabdian seperti Kuliah Kerja Nyata dan program serupa.
Melalui inisiatif ini, mahasiswa didorong untuk terlibat langsung dalam pengembangan desa wisata binaan Bakti BCA. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghubungkan gagasan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan bahwa Genera-Z Berbakti merupakan program berbasis call for proposal. Mahasiswa yang berpartisipasi ditantang untuk menghadirkan solusi konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami melihat potensi besar generasi muda sebagai kelompok masyarakat yang berpikiran kritis dan sangat adaptif terhadap teknologi dan inovasi. Genera-Z Berbakti hadir sebagai wadah nyata bagi BCA mendorong inovasi mahasiswa menjadi solusi bagi masyarakat. Ini bukan sekadar program pengabdian masyarakat, melainkan komitmen kami dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang kompeten, berintegritas, dan mampu membawa dampak positif bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” kata Hera.
Program ini pertama kali digelar pada 2025 dan berhasil menjaring antusiasme tinggi dari kalangan mahasiswa. Sebanyak empat kelompok dari empat perguruan tinggi berbeda terpilih sebagai pemenang dan telah menjalankan program pengabdian di desa wisata binaan BCA.
Para pemenang mendapatkan dukungan penuh dari BCA, mulai dari pembinaan, pelatihan, pendampingan, hingga pendanaan. Dukungan tersebut diberikan agar program yang dijalankan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak berkelanjutan.
Memasuki pelaksanaan tahun kedua, Genera-Z Berbakti kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi. Tahun ini, empat kelompok akan dipilih sebagai pemenang dan memperoleh fasilitas pendanaan serta pendampingan selama satu bulan pelaksanaan program.
Selain itu, satu kelompok terbaik akan mendapatkan apresiasi tambahan berupa dana ratusan juta rupiah serta sertifikat. Hal ini menjadi bentuk penghargaan atas inovasi dan kontribusi yang dihasilkan peserta.
Skema Program dan Fokus Pengabdian
(Dok. BCA)
Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok peserta diwajibkan terdiri dari 10 hingga 12 mahasiswa lintas disiplin ilmu. Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting untuk menghasilkan solusi yang komprehensif dan aplikatif.
Peserta dapat memilih maksimal dua isu utama dalam proposal yang diajukan. Adapun fokus isu meliputi pariwisata berkelanjutan, pengembangan UMKM, pendidikan, lingkungan, kesehatan, serta budaya.
Program ini juga telah menetapkan sejumlah lokasi desa wisata sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Di antaranya adalah Desa Wisata Kreatif Terong di Belitung, Desa Wisata Situs Gunung Padang di Cianjur, Desa Wisata Patakbanteng di Wonosobo, serta Desa Wisata Kakaskasen Dua di Tomohon.
Keempat lokasi tersebut dipilih karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan sekaligus membutuhkan sentuhan inovasi dari generasi muda. Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi berbasis riset dan kreativitas.
Pendaftaran Genera-Z Berbakti 2026 dibuka hingga 24 April. Setelah tahap seleksi awal, pengumuman finalis akan dilakukan pada 30 April, dilanjutkan dengan proses penjurian pada pertengahan Mei.
Selanjutnya, kelompok terpilih akan mengikuti bootcamp sebelum diberangkatkan ke lokasi kegiatan pada awal Juli. Program pengabdian akan berlangsung hingga awal Agustus, kemudian ditutup dengan laporan dan presentasi akhir.
“BCA berharap Genera-Z Berbakti 2026 dapat menjadi stimulus bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa sejak dini. Program ini dirancang tidak hanya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan nilai kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian sosial pada generasi muda. Kami percaya, kolaborasi antara perusahaan dan lembaga pendidikan merupakan bentuk gotong royong yang penting dalam menciptakan dampak positif yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Hera.
Antusiasme terhadap program ini terlihat sejak edisi perdananya pada 2025. Saat itu, lebih dari 250 proposal diajukan oleh mahasiswa dari 98 perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Empat tim terbaik yang terpilih berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Lampung, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Gadjah Mada. Keberhasilan program tersebut menjadi dasar pengembangan Genera-Z Berbakti di tahun berikutnya.
Melalui program ini, BCA tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan. Keterlibatan langsung di masyarakat menjadi pengalaman penting dalam membangun kepemimpinan dan empati sosial.
Ke depan, Genera-Z Berbakti diharapkan terus menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pembangunan di tingkat lokal. Sinergi ini dinilai penting untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.