Logo Bloomberg Technoz

Pegadaian Gandeng SMBC Perkuat Pembiayaan Global


(Dok. BPMI/Pegadaian)
(Dok. BPMI/Pegadaian)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pegadaian kembali menunjukkan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas bisnisnya melalui kerja sama internasional. Kali ini, Pegadaian menjalin kemitraan dengan SMBC Corporation dalam sebuah Nota Kesepahaman yang ditandatangani di Tokyo, Jepang.

Penandatanganan tersebut berlangsung dalam ajang Indonesia Japan Strategic Partnership Forum yang menjadi wadah kolaborasi ekonomi antara kedua negara. Forum ini mengangkat tema value co creation dalam membangun masa depan energi, industri, dan rantai pasok global.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga pelaku industri dari Indonesia dan Jepang. Kehadiran berbagai institusi tersebut menunjukkan kuatnya komitmen kedua negara dalam memperluas kemitraan strategis.

Forum ini juga menjadi momentum penting untuk mengidentifikasi peluang kerja sama baru. Kerangka kerja Indonesia Japan Economic Partnership Agreement menjadi dasar dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

Kerja sama antara Pegadaian dan SMBC merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor keuangan nasional. Kolaborasi ini juga selaras dengan agenda pembangunan pemerintah dalam memperluas akses keuangan yang inklusif.

Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Selain itu, sejumlah pejabat dan pimpinan lembaga keuangan dari kedua negara juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Kolaborasi Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan

Melalui kerja sama ini, SMBC akan menyediakan fasilitas kredit bagi Pegadaian. Fasilitas tersebut mencakup skema pembiayaan tematik seperti social loan yang berfokus pada sektor dengan dampak sosial tinggi.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam strategi Pegadaian untuk memperluas akses pendanaan, termasuk melalui skema pinjaman luar negeri. Dengan demikian, perusahaan dapat memperkuat ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menegaskan bahwa kerja sama ini juga akan memperkuat kerangka keberlanjutan perusahaan.

“Pegadaian dan SMBC akan bersama-sama menyusun dan memperkuat Kerangka Keberlanjutan Pegadaian (Pegadaian Sustainability Framework), termasuk pengembangan fasilitas Orange Loan sebagai bagian dari solusi pembiayaan berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance). Inisiatif ini akan dipersiapkan bersama dengan Unit ESG Solutions SMBC, sehingga sejalan dengan standar internasional dan mendukung target keberlanjutan nasional,” ungkap Ferdian

Penguatan aspek ESG menjadi fokus utama dalam kolaborasi ini. Pegadaian berupaya mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam seluruh lini bisnisnya.

Sepanjang tahun 2025, Pegadaian telah mencatat sejumlah pencapaian di tingkat internasional. Perusahaan memperoleh penghargaan atas penerbitan instrumen keuangan berbasis sosial dan berkelanjutan.

Penghargaan tersebut antara lain berasal dari IFN Awards, The Asset Triple A Sustainable Finance Awards, serta Alpha Southeast Asia. Pengakuan ini memperkuat posisi Pegadaian sebagai pemain aktif dalam pembiayaan berkelanjutan.

Kolaborasi dengan SMBC juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan. Selain itu, kerja sama ini membuka peluang pengembangan produk pembiayaan baru yang lebih inovatif.

Pegadaian menilai bahwa sinergi dengan mitra global menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing di tingkat regional. Hal ini juga sejalan dengan strategi transformasi perusahaan.

Sebagai bagian dari ekosistem bullion di Indonesia, Pegadaian terus memperluas perannya. Penguatan pendanaan menjadi kunci dalam mendukung pengembangan ekosistem tersebut.

Ke depan, Pegadaian berkomitmen untuk terus meningkatkan kapabilitas perusahaan. Baik melalui pendanaan domestik maupun kerja sama internasional, langkah ini diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

Fokus utama tetap pada segmen mikro dan kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Dukungan pembiayaan yang inklusif diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Selain itu, implementasi standar ESG internasional akan terus diperkuat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan.

“Tentunya kerjasama ini juga diharapkan dapat turut mendukung pengembangan produk pembiayaan tematik seperti Social Loan dan Orange Loan yang selaras dengan prioritas pembangunan pemerintah dan kerangka kerja IJEPA,” tambah Ferdian.

Dengan dukungan pemerintah Indonesia dan Jepang, kerja sama ini diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi lintas negara. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah dalam pembangunan ekonomi global.

Kemitraan Pegadaian dan SMBC menjadi langkah konkret dalam membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sekaligus mempertegas peran Indonesia dalam peta ekonomi internasional.