Logo Bloomberg Technoz

Perang AS-Iran Bisa Jadi Tanda Dimulainya Era Nuklir Baru

30 March 2026 08:20

Parade militer China pamerkan hulu ledak nuklir. (Qilai Shen/Bloomberg)
Parade militer China pamerkan hulu ledak nuklir. (Qilai Shen/Bloomberg)

Peter Martin, Jonathan Tirone, dan Gerry Doyle-Bloomberg News

Bloomberg, Kesediaan Donald Trump untuk menyerang musuh-musuhnya sambil membuat sekutunya khawatir bahwa dunia tak lama akan memasuki era nuklir baru. 

Dari Atlantik Utara hingga Pasifik Barat, pemerintah-pemerintah kini mendiskusikan secara lebih terbuka daripada sebelumnya apakah mereka pun harus memiliki senjata nuklir. Jerman dan Polandia, yang selama ini merasa aman di bawah payung nuklir AS, setelah Trump mengemukakan gagasan tentang mengambil alih Greenland, menyambut baik tawaran Prancis untuk memperluas daya pencegah strategisnya ke seluruh benua.   


China dan Rusia, yang keduanya merupakan anggota lama klub eksklusif negara-negara pengembang senjata nuklir, telah mengkhawatirkan risiko penyebaran di Jepang dan Korea Selatan, meskipun mereka sendiri sedang memperbarui persenjataan. AS, satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata nuklir terhadap populasi sipil, terus mempertimbangkan untuk kembali melakukan uji coba bom atom guna mematuhi perintah eksekutif Trump setelah jeda lebih dari tiga dekade.

Pada pekan yang sama ketika presiden AS mengeluarkan ultimatum kepada pimpinan Iran agar menyerahkan nuklirnya, pemerintahannya merilis laporan yang memberikan akses potensial kepada saingan regionalnya, Arab Saudi, terhadap teknologi pengayaan dan pemrosesan ulang uranium, menurut dokumen, sebagaimana dilihat Bloomberg. Seorang diplomat dari negara Eropa mengatakan bahwa kebutuhan benua itu untuk mengembangkan kemampuan nuklirnya sendiri sedang menjadi topik diskusi yang hangat di berbagai ibu kota negara-negara di kawasan tersebut.

Daftar 9 negara kini memiliki senjata nuklir, berdasarkan jumlah hulu ledak nuklir tahun 2023.