Kalender Ekonomi: Efek Perang Akan Tercermin pada Data Pekan Ini
Redaksi
30 March 2026 07:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pekan ini, kalender ekonomi Asia akan didominasi oleh rilis PMI Manufaktur dan Non-Manufaktur China, Survei Bank of Japan, serta data Inflasi Tokyo. PMI China diperkirakan masih berada di zona kontraksi, meskipun dengan perlambatan laju penurunan pasca libur Imlek. Hal ini mencerminkan bahwa dampak guncangan energi dari Timur Tengah mulai terasa.
Di Jepang, Survei Tankan, yang merupakan laporan ekonomi triwulanan Bank of Japan untuk mengukur sentimen serta kondisi bisnis di Jepang, diproyeksikan masih menunjukkan kepercayaan bisnis yang tetap solid didukung oleh lonjakan sektor semikonduktor, sejalan dengan akselerasi ekspor Jepang.
Sebaliknya, produksi industri Jepang kemungkinan melemah secara bulanan akibat faktor usiman, dan Indoa diproyeksikan mencatat peningkatan output sebelum tekanan baru dari kenaikan harga energi dan gangguan logistik yang mulai terasa.
Selain itu, tekanan inflasi tetap menjadi tema utama di kawasan dengan kenaikan harga minyak akibat perang di Timur Tengah. Inflasi Indonesia diperkirakan melandai namun tetap relatif tinggi karena ada faktor permintaan domestik dan Ramadan.
Di sisi lain, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Pakistan menghadapi kenaikan inflasi akibat lonjakan harga energi. Secara umum, pekan ini akan menjadi indikator awal sejauh mana dampak perang Timur Tengah mulai merambat ke inflasi, produksi, dan perdagangan di Asia.


























