Melalui peran tersebut, masyarakat desa memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha secara terintegrasi. Hal ini turut mendorong peningkatan skala usaha sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal.
Berbagai sektor usaha terus menunjukkan perkembangan positif. Di sektor peternakan dan perikanan, model Kerambah Apung menjadi salah satu contoh usaha yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan warga. Pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan sektor ini dalam jangka panjang.
Di sisi lain, UMKM berbasis rumah tangga juga berkembang pesat. Produk seperti Ting Ting Jahe tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi mulai menjangkau pasar yang lebih luas. Keterlibatan aktif kelompok masyarakat, termasuk ibu-ibu PKK, memperkuat fondasi sosial dalam pengembangan ekonomi desa.
Penguatan Digital dan Inklusi Keuangan Desa
Dukungan sektor keuangan turut memainkan peran penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Desa Empang Baru. Bank Rakyat Indonesia (BRI) hadir melalui berbagai layanan keuangan inklusif yang memudahkan masyarakat dalam mengakses pembiayaan dan transaksi keuangan.
Program seperti penyaluran kredit usaha, penguatan AgenBRILink, serta implementasi transaksi digital melalui QRIS dan aplikasi BRImo memberikan kemudahan sekaligus efisiensi bagi pelaku usaha di desa. Transformasi digital ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing ekonomi lokal.
Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa pengembangan Desa Empang Baru sejalan dengan tujuan program Desa BRILiaN yang berfokus pada pemberdayaan desa secara menyeluruh.
“Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan yang mengedepankan penguatan kelembagaan desa, digitalisasi layanan keuangan, keberlanjutan ekonomi, serta inovasi masyarakat desa. Melalui pendekatan ini, BRI mendorong desa untuk tumbuh secara mandiri dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki,” jelas Akhmad.
Program Desa BRILiaN sendiri telah menjangkau ribuan desa di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 5.200 desa telah menjadi bagian dari program tersebut, termasuk Desa Empang Baru yang menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai aspek ekonomi.
Akhmad juga menegaskan komitmen BRI untuk terus memperkuat pendampingan kepada desa-desa agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
“Ke depan, BRI akan terus memperkuat pendampingan agar desa-desa di Indonesia mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berdaya saing,” pungkasnya.
Perjalanan Desa Empang Baru menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat, kelembagaan desa, dan dukungan sektor keuangan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang kokoh. Pendekatan yang terintegrasi ini memungkinkan desa untuk terus beradaptasi dengan dinamika ekonomi yang berkembang.
Dengan fondasi yang kuat serta dukungan berbagai pihak, Desa Empang Baru terus melangkah maju sebagai desa yang produktif dan inovatif. Transformasi yang terjadi tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi desa sebagai bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
(tim)





























