Logo Bloomberg Technoz

Pagi Ini, Rupiah Kembali ke Jalur Merah

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 March 2026 09:31

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali dibuka melemah di pasar spot, menyusul belum redanya ketidakpastian geopolitik dan perang di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak mentah masih membayangi mata uang di pasar Asia.

Pada pembukaan perdagangan spot hari ini, Jumat (27/3/2026), rupiah melemah 0,12% ke Rp16.924/US$. Tak sendirian, rupiah bersama ringgit Malaysia yang melemah 0,32%, peso Filipina 0,22%, baht Thailand 0,21%, dolar Tiawan 0,11%, dan dolar Hong Kong 0,05%. 

Sebaliknya, yen Jepang rebound menguat 0,2%. Disusul won Korea Selatan 0,12%, yuan offshore 0,04%, serta yuan China dan dolar Singapura masing-masing 0,02%. 


Kenaikan harga minyak mentah brent di atas US$100 per barel menekan pasar mata uang di kawasan Asia pagi ini. Krisis minyak akibat gangguan pasokan ini mengancam ketahanan energi di Asia yang mayoritas masih bergantung pada Timur Tengah. 

Beberapa negara terlihat mulai meninggalkan mode wait and see dan mulai mengambil sikap dan mengkaji berbagai skenario untuk melakukan efisiensi. Malaysia misalnya, berencana mengurangi jatah subsidi bahan bakar minyak dengan memangkas kuota bensin bersubsidi RON95, dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.