Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Berada di Zona Defensif, Tertahan Harga Minyak

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 March 2026 08:10

Uang dolar AS dan rupiah ditunjukkan oleh pegawai bank
Uang dolar AS dan rupiah ditunjukkan oleh pegawai bank

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan defensif masih ditunjukkan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) di tengah volatilitas harga minyak mentah dunia serta ketidakjelasan akhir dari konflik di Timur Tengah. 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini (27/3/2026) dibuka stagnan hanya berubah 0,01% di level Rp16.929/US$, kemudian kembali tergerus tipis 0,05% Rp16.939/US$. 

Harga minyak brent untuk kontrak aktif bulan Mei kembali naik 5,66% ke US$108 per barel, dan minyak WTI untuk kontrak bulan Mei naik 4,6% menjadi US$94,48 per barel, pada pukul 06.40 WIB. Kenaikan harga minyak ini menyusul gagalnya Presiden AS Donald Trump dalam meyakinkan pasar bahwa prospek perundingan dengan Iran dapat mengakhiri konflik di Timur Tengah. 


Indeks dolar AS memang sedikit berubah dengan penyusutan 0,02% ke 99,88 namun tekanan terhadap mata uang di pasar Asia tak serta-merta mereda. Baht Thailand melemah 0,47%, ringgit Malaysia 0,16%, won Korea Selatan 0,14%, dan dolar Singapura 0,05%. Sementara hanya yen Jepang dan yuan offshore yang sedikit berubah dengan penguatan terbatas 0,08% dan 0,02%.

Pergerakan mata uang di pasar Asia menunjukkan faktor global cenderung lebih dominan lantaran adanya lonjakan risiko geopolitik yang memukul ekspektasi inflasi dan arus modal.