Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah saham energi yang menjadi pendorong pelemahan IHSG, utamanya adalah PT Transcoal Pacific (TCPI) yang amblas 8,91%. Kemudian PT Ginting Jaya Energi (WOWS) yang jatuh 8% dan saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) ambruk 7,06%.

Saham–saham LQ45 yang berisikan emiten unggulan tertekan hingga menjadi pemberat utama IHSG antara lain, PT Merdeka Battery Materials (MBMA) yang amblas 5,48% dan saham Bumi Resources (BUMI) dengan pelemahan 5,31%.

Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, pelemahan IHSG disebabkan oleh profit taking di tengah ketidakpastian adanya negosiasi untuk gencatan senjata antara AS dan Iran. AS mengatakan perundingan telah berlangsung, sebaliknya Iran membantah adanya interaksi langsung dengan Negeri Adikuasa. 

Iran menyatakan tidak berniat melakukan negosiasi dengan AS dan menambahkan pertukaran proposal antara kedua negara melalui mediator bukan berarti telah terjadi negosiasi.

“Secara teknikal, meskipun IHSG ditutup melemah tetapi histogram negatif MACD berlanjut menyempit dan Stochastic RSI mengarah di pivot area. IHSG masih bertahan di atas MA–5. Diperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran level 7.050–7.250,” jelas Phintraco.

Adapun Panin Sekuritas menyebut, pelemahan ini mengindikasikan aksi profit taking setelah reli yang signifikan pada perdagangan sebelumnya. Pasar juga tengah mencermati langkah efisiensi anggaran negara oleh pemerintah untuk dapat menekan risiko pelebaran defisit APBN di tengah potensi pembengkakan belanja subsidi. 

“Dengan ketidakpastian mengenai potensi de–eskalasi konflik di Timur Tengah, risiko harga minyak yang akan tertahan di level tinggi serta tekanan depresiasi nilai tukar rupiah tentunya tidak hanya memperlebar defisit APBN, tetapi juga dapat mendorong inflasi domestik dan menghambat pertumbuhan ekonomi,” sebut analisis Panin Sekuritas.

(fad/aji)

No more pages