Distribusi efek secara elektronik dilakukan pada 17 Maret 2026, sementara pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 17 Maret 2027.
Dalam penerbitan ini, PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penata laksana penerbitan dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai agen pemantau.
Adapun sebelumnya, Danantara telah menerbitkan obligasi yaitu Patriot Bond dengan pokok mencapai Rp50 triliun dan bunga yang ditawarkan sebesar 2%.
BPI Danantara membuka peluang untuk kembali menerbitkan Patriot Bond setelah gelombang perdana rampung. Namun, keputusan tersebut akan sangat bergantung pada keberhasilan penerbitan tahap pertama dan efektivitas pemanfaatan dananya.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menegaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan proyek Patriot Bond pertama berjalan dengan baik.
“Proyek harus tepat waktu, tepat sasaran, dan berdampak besar, terutama untuk waste-to-energy yang sudah diumumkan,” katanya dalam wawancara dengan Bloomberg TV, Rabu (1/10/2025).
Lebih lanjut, Pandu menuturkan keberhasilan obligasi ini akan diukur dari pelaksanaan proyek yang sesuai target, tata kelola yang transparan, serta kontribusinya terhadap isu lingkungan dan penciptaan lapangan kerja.
“Diskusinya bukan soal berapa banyak obligasi yang diterbitkan, tapi bagaimana dananya digunakan,” ujarnya.
(art/naw)






























