Harga Minyak Naik Saat Ancaman Pasokan di Timteng Bayangi Pasar
News
17 March 2026 07:00

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik setelah sempat anjlok lebih dari 5% pada Senin (16/3). Investor kini tengah menimbang risiko gangguan pasokan di Timur Tengah terhadap tanda-tanda mulai tersedianya pasokan minyak tambahan di pasar global.
Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$95 per barel, sementara Brent menetap di atas US$100 untuk sesi ketiga berturut-turut. Harga sempat melandai seiring langkah Departemen Energi AS menyiapkan pelepasan tahap pertama cadangan minyak darurat, ditambah sinyal dari Badan Energi Internasional (IEA) untuk terus membuka keran stok cadangan mereka.
Ketegangan di lapangan belum mereda. Iran meningkatkan serangan terhadap aset energi regional, termasuk serangan drone ke ladang gas alam raksasa Shah di Uni Emirat Arab (UEA). Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengeklaim pihaknya tengah "menghancurkan" kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz—jalur transit vital yang praktis tertutup sejak perang pecah akhir bulan lalu.
Trump juga mengancam akan memperluas serangan ke Pulau Kharg dengan membidik infrastruktur minyak. Sebelumnya, Washington hanya menyerang fasilitas militer di pusat ekspor utama Iran tersebut pada akhir pekan lalu dan membiarkan infrastruktur energinya tetap utuh. Untuk saat ini, AS masih mengizinkan Iran mengirimkan minyak mentahnya melalui Hormuz, menurut pernyataan Menteri Keuangan Scott Bessent kepada CNBC.



























