Logo Bloomberg Technoz

Perusahaan Teknologi yang PHK Staf, Pekerjaannya Digantikan AI

Merinda Faradianti
16 March 2026 12:25

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). dok: Bloomberg
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Berkembangnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat puluhan ribu pekerjaan telah hilang sepanjang tahun ini. Data hilangnya pekerjaan terbaru diungkap oleh Atlassian Corp. yang resmi memangkas 1.600 karyawan atau setara 10% dari total jumlah pekerja.

Pasca pandemi Covid-19 usai dan arus percepatan teknologi kecerdasan buatan (AI), banyak perusahaan melakukan efisiensi. Mike Cannon-Brookes, pendiri Atlassian, mempertegaskan bahwa AI mendorong industri software melakukan kebijakan pemotongan. 

Semua mengambil posisi untuk beradaptasi atas perkembangan dunia teknologi dimana era semakin banyak tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia tergantikan oleh otomasi AI.


“Akan tidak jujur jika berpura-pura bahwa AI tidak mengubah komposisi keterampilan yang kita butuhkan atau jumlah peran yang diperlukan di bidang tertentu. AI memang mengubahnya.” jelas kata Mike Cannon-Brookes mengutip laporan Bloomberg News, Senin (16/3/2026).

Raksasa software yang bermarkas di Sydney, Australia ini menjadi salah satu dari sekian banyak perusahaan teknologi yang memangkas tenaga kerjanya, demi AI. Dalam catatan 9news, tahun ini setidaknya, 16.000 pekerjaan telah hilang di Amazon, 2.000 di WiseTech, 1.600 di Meta, 4.000 di Block, 1.000 di Saleforce, 800 di eBay, dan 780 di Pinterst di sepanjang tahun ini.