Di luar biaya operasional, tekanan terhadap kinerja juga datang dari beban keuangan yang cukup besar. AirAsia Indonesia mencatatkan beban bunga sebesar Rp439,7 miliar sepanjang 2025, naik sekitar 3,6% dibandingkan tahun sebelumnya, ditambah rugi selisih kurs dari aktivitas pendanaan sebesar Rp207,8 miliar.
Di sisi neraca, total aset AirAsia Indonesia tercatat Rp5,05 triliun pada akhir 2025, turun sekitar 11,6% dari Rp5,72 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, total liabilitas mencapai Rp15,79 triliun, naik sekitar 4,2% dibandingkan 2024, sehingga perusahaan masih mencatatkan defisiensi modal atau ekuitas negatif sebesar Rp10,73 triliun.
Meski demikian, aktivitas operasional perusahaan masih menghasilkan arus kas positif sebesar Rp867,2 miliar sepanjang 2025. Kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat Rp36,7 miliar.
(wep)



























