Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak di Atas US$100/Barel, Rupiah Dekati Rp17.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
16 March 2026 09:22

Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuka pekan pendek perdagangan di pasar keuangan dengan pelemahan 0,11% ke Rp16.963/US$, di tengah posisi indeks dolar AS yang masih berada di level 100,42. 

Meski indeks dolar AS menguat dan bertahan di atas 100, pergerakan mata uang Asia di pasar spot cenderung beragam. Won Korea Selatan, yen Jepang, dolar Singapura, yuan China offshore, dan yuan China, dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia terlihat menguat.

Sebaliknya, baht Thailand, peso Filipina, dolar Taiwan, dan rupiah mencatatkan pelemahan. 

Pergerakan mata uang Asia di pasar spot pada Senin (16/3/2026) pagi 09.05 WIB. (Bloomberg)

Pergerakan rupiah dan mata uang Asia masih berada di bawah bayang-bayang tingginya harga minyak dunia. Di tengah eskalasi perang antara AS-Israel terhadap Iran, harga minyak Brent bertahan di atas US$100 per barel.

Pagi ini Brent menguat 3,26% ke US$106,5 per barel, begitu juga dengan WTI sempat naik 2,25% dan dihargai US$100,9 per barel pada pembukaan perdagangan pagi ini meski kemudian kembali melemah 0,17% ke level 98,54 pada 08.40 WIB.