Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan BI Rate Picu Reli di Pasar SUN

Redaksi
10 June 2026 11:23

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aksi beli terjadi di pasar Surat Utang Negara (SUN) pada sesi perdagangan Rabu (10/6/2026), di tengah penguatan rupiah yang terus berlanjut di bawah Rp18.000/US$ setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5%. 

Melansir data Bloomberg, terjadi penurunan imbal hasil (yield) pada hampir tenor. Tenor acuan 10 tahun mengalami penurunan paling tajam sebesar 15,2 basis poin menjadi 7,26%, disusul tenor 7 tahun turun sebanyak 11 bps menjadi 7,35%, dan tenor 8 tahun turun 7,1 bps menjadi 7,28%.

Sedangkan tenor 5 dan 6 tahun turun masing-masing 5,2 bps menjadi 7,33%. Sementara itu, tenor pendek seperti 1 tahun juga ikut turun meski terbatas 0,7 bps menjadi 7,27%. 


Sebaliknya, beberapa tenor lainnya masih mencatat kenaikan imbal hasil. Seperti tenor 2 tahun tercatat naik 1,3 bps menjadi 7,29%, dan tenor 11 tahun naik 1 bps menjadi 6,93%, lalu tenor 13 tahun melonjak paling tinggi 38,3 bps menjadi 7,51%. 

Senada, obligasi pemerintah berdenominasi dolar AS (INDON) juga mencatatkan penurunan imbal hasil, meski nilainya tidak sebesar SUN. INDON tenor 10 tahun tercatat turun paling tajam sebesar 2,2 bps menjadi 5,5%, disusul tenor 7 tahun turun 1,4 bps menjadi 5,15%.