“Angka sementara, realisasinya Rp68 triliun, dan ini turun 18% dibandingkan bulan yang sama di tahun 2025,” kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Askolani dalam konferensi pers APBN Kita, dikutip Jumat (13/3/2026).
Dari komponen belanja tersebut, belanja pegawai menjadi satu-satunya pos yang mengalami kenaikan, yakni sebesar 0,6%. Sebaliknya, belanja barang, belanja modal, dan belanja lainnya semuanya mengalami penurunan.
Di sisi lain, Askolani melaporkan realisasi APBD 2026 hingga akhir Februari mencatatkan surplus yang cukup signifikan, didorong oleh kenaikan pendapatan dan penurunan realisasi belanja daerah.
Berdasarkan data sementara yang masuk, sebanyak 514 dari total 546 pemerintah daerah (Pemda) telah melaporkan realisasi APBD mereka.
Dari jumlah tersebut, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp178 triliun, atau naik 1,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Dengan komposisi pendapatan sebesar Rp178 triliun dan realisasi belanja Rp68 triliun, APBD secara agregat mencatatkan surplus sebesar Rp110 triliun hingga akhir Februari 2026.
"Realisasi APBD tahun 2026 sampai dengan Februari masih suplus yang cukup signifikan," imbuhnya.
(lav)































