GOTO Cetak Laba, Target Grup Tak Berubah Di Tengah Komisi 8%
Redaksi
29 July 2026 19:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) menunjukkan fundamental bisnis yang kuat dengan kembali mencetak laba bersih dalam dua kuartal beruntun di tengah sentimen industri ride-hailing pasca kebijakan komisi 8%. GoTo mengungkapkan kekuatan ekosistem Fintech GoPay dan On-demand Services menjadi strategi perusahaan untuk terus bertumbuh.
GoTo mencetak laba bersih di Kuartal II-2026 sebesar Rp252 miliar, melanjutkan kinerja positif setelah sebelumnya meraih laba bersih pertama kali di kuartal I-2026 sebesar Rp171 miliar. GoTo juga mencatatkan peningkatan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 83% secara tahunan, menjadi Rp164 triliun. Sementara itu pendapatan bersih GoTo di kuartal ini meningkat 31% year-on-year menjadi Rp5,7 triliun.
Direktur utama GoTo Hans Patuwo mengungkapkan pencapaian ini didukung oleh bisnis fintech yang unggul melalui layanan GoPay dan On-demand Services, lini bisnis yang menaungi layanan angkutan roda dua dan roda empat Gojek serta layanan delivery. Berkat pertumbuhan kedua lini bisnis ini GoTo mencatatkan peningkatan 137% EBITDA Grup yang disesuaikan secara tahunan, melampaui Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya.
“Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami,” ungkap Hans dalam keterangan resminya, Rabu (29/7).
Meski demikian, GoTo mengaku terdapat penyesuaian yang harus dilakukan perseroan sebagai dampak dari penerapan komisi 8%. Sebelumnya pemerintah menetapkan komisi aplikasi sebesar 8%, dari sebelumnya maksimal 20%, yang dihitung dari biaya perjalanan layanan penumpang roda dua.































