Milenial Perlu Proteksi Asuransi Hadapi Risiko Kesehatan

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bagi banyak profesional, usia menjelang 40 tahun kerap dianggap sebagai fase puncak karier. Pada usia ini, pendapatan dinilai lebih stabil, posisi pekerjaan semakin mapan, dan pengalaman hidup kian matang. Namun, di balik asumsi kemapanan tersebut, terdapat potensi kerawanan, baik dari sisi kesehatan maupun keuangan, terutama bagi generasi milenial yang kini mulai memasuki usia akhir 30-an hingga awal 40-an.
Risiko kesehatan serius kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Stroke, penyakit jantung, hingga gangguan metabolik semakin sering dialami oleh kelompok usia produktif. Menurut Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi stroke di Indonesia telah mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Angka ini menegaskan bahwa stroke bukan lagi penyakit langka. Ia adalah ancaman nyata yang kian dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk bagi mereka yang masih aktif bekerja dan berada di fase membangun karier.
Dampak ancaman stroke terjadi tidak hanya pada kualitas hidup, tetapi juga pada ketahanan finansial. Stroke tercatat sebagai salah satu penyakit katastropik dengan pembiayaan tertinggi ketiga setelah penyakit jantung dan kanker. Sepanjang 2023, total biaya penanganan stroke mencapai Rp5,2 triliun. Besarnya angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan perawatan, mulai dari fase akut, rawat inap, hingga rehabilitasi jangka panjang yang seringkali memerlukan biaya berulang dan tidak sedikit.
Di sisi lain, banyak generasi milenial masih menunda kepemilikan asuransi kesehatan mandiri. Salah satu alasannya adalah daya beli yang terus tertekan oleh kebutuhan hidup yang meningkat. Cicilan rumah dan kendaraan, biaya pendidikan anak, serta kebutuhan harian membuat proteksi kesehatan kerap berada di urutan terakhir dalam perencanaan keuangan.
Pada saat yang sama, produktivitas fisik mulai menurun dibandingkan usia 20 atau 30-an. Kombinasi risiko kesehatan dan tekanan finansial ini dapat menjadi awal dari kegagalan keuangan jika tidak ada perencanaan keuangan yang matang, terutama ketika penyakit datang tanpa peringatan.































