CFX Ungkap Transaksi Kripto RI Tembus Rp53,57 T Hingga Februari

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perdagangan aset kripto di Indonesia masih mencatat aktivitas tinggi pada awal 2026. Bursa kripto Indonesia PT Central Finansial X (CFX) melaporkan nilai transaksi pasar spot mencapai Rp53,57 triliun secara year to date hingga akhir Februari 2026.
Data CFX menunjukkan volume perdagangan pasar spot pada Februari tercatat Rp24,33 triliun, lebih rendah dibandingkan Januari yang mencapai Rp29,24 triliun. Secara kumulatif sepanjang dua bulan pertama tahun ini, transaksi pasar spot mencapai Rp53,57 triliun.
Di sisi lain, perdagangan kontrak derivatif kripto juga mencatat aktivitas signifikan. Nilai transaksi derivatif pada Januari sebesar Rp4,26 triliun dan turun menjadi Rp3,88 triliun pada Februari. Dengan demikian total transaksi derivatif sepanjang Januari hingga Februari mencapai Rp8,14 triliun.
CFX juga mencatat perkembangan jumlah pelaku dan instrumen dalam ekosistem aset digital Indonesia. Hingga akhir Februari 2026 terdapat 25 pedagang aset keuangan digital yang beroperasi, dengan total 1.457 aset kripto yang diperdagangkan serta 127 kontrak derivatif aktif.
USDT hingga Bitcoin Dominasi Transaksi
Beberapa aset kripto utama masih mendominasi aktivitas perdagangan di Indonesia. Berdasarkan data transaksi periode 1 hingga 28 Februari 2026, Tether (USDT), Bitcoin (BTC), dan Ethereum (ETH) menjadi tiga aset kripto dengan volume perdagangan terbesar.





























