Logo Bloomberg Technoz

Di tengah beredarnya berbagai informasi keliru mengenai vaksin, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi kesehatan dari sumber resmi, termasuk melalui situs dan media sosial Kementerian Kesehatan.

Lucia juga menyampaikan bahwa vaksin campak dan rubella (MR) yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui uji klinis dan menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi. 

Berdasarkan hasil uji klinis, tingkat serum positif immunoglobulin IgG measles mencapai 96,43% dan 91,67% untuk rubella pada anak usia 4–12 tahun.

Selain itu, kajian pascapemasaran yang dilakukan di Indonesia juga menunjukkan peningkatan antibodi yang signifikan setelah pemberian imunisasi. Tingkat serum positif untuk measles meningkat dari 10,41% menjadi 80,21%, sementara untuk rubella meningkat dari 15,1% menjadi 98,96%.

“Data ini menunjukkan bahwa vaksin MR yang kita pilih, kita gunakan dalam program imunisasi ini efektif membentuk perlindungan terhadap campak dan rubella pada anak,” kata Lucia.

Ia juga menjelaskan bahwa efek samping vaksin pada umumnya ringan dan bersifat sementara. Berdasarkan data uji klinis, reaksi yang mungkin terjadi antara lain nyeri ringan di lokasi suntikan, demam ringan, atau ruam yang biasanya hilang dalam waktu sekitar 24 jam.

Di sisi lain, Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan penanganan terhadap peningkatan kasus campak melalui pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) serta program imunisasi kejar.

Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 45 kejadian luar biasa campak di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Program ORI dan imunisasi kejar tersebut menargetkan anak usia 9 hingga 59 bulan dan dilaksanakan melalui berbagai titik pelayanan, seperti puskesmas, posyandu, satuan pendidikan, tempat ibadah, hingga pelayanan dari rumah ke rumah.

Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal guna mencegah penyebaran campak dan rubella.

(rtd/spt)

No more pages