Logo Bloomberg Technoz

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut tengah mencari alternatif pasokan minyak dari Amerika Serikat (AS), usai dua kapal tanker minyak milik PIS terjebak di Selat Hormuz.

Bahlil menyatakan dua kapal tanker tersebut sedang bersandar di lokasi yang lebih aman dan pada saat bersamaan pemerintah melakukan negosiasi secara insentif agar kapal tersebut dapat diberangkatkan ke Indonesia.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman. Sambil kita melakukan negosiasi, komunikasi yang lebih baik agar kita cari solusinya,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (4/3/2026) malam.

Selain melakukan negosiasi, Bahlil menyatakan pemerintah mencari alternatif pasokan minyak mentah lain dengan mengalihkan impor ke AS.

“Sambil kita memikirkan itu, maka kita mencari alternatifnya di Amerika. Untuk bisa melakukan eh menutupi apa yang ada pada dua kargo ini,” klaim dia.

Belum diketahui berapa kapasitas tanker minyak PIS yang terjebak di Selat Hormuz.

Namun, berdasarkan data pelacakan Kpler, saat ini setidaknya terdapat 40 kapal tanker minyak berkapasitas sangat besar atau very large crude carrier (VLCC) alias supertanker, yang masing-masing mengangkut sekitar 2 juta barel minyak dan sedang menunggu di Teluk Persia.

Bahlil juga menjamin terjebaknya tanker PIS tersebut tidak bakal membuat pasokan energi Indonesia menipis. Dia menegaskan Kementerian ESDM sudah menyusun strategi dalam menghadapi kondisi konflik di Timur Tengah tersebut.

Sebelumnya, PIS memastikan kondisi pekerja dan kru kapal yang berada di kawasan Timur Tengah tetap aman di tengah eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Terkait dengan operasional armada, PIS melaporkan terdapat empat kapal yang berada di kawasan Timur Tengah, yakni Gamsunoro di Khor al Zubair, Irak, Pertamina Pride yang tengah melakukan proses muat di Ras Tanura, PIS Rinjani dalam posisi lego jangkar di Khor Fakkan, serta PIS Paragon di Oman.

Dua kapal masih berada di dalam area teluk, yaitu Pertamina Pride yang dikelola NYK dan Gamsunoro yang dikelola Synergy Ship Management.

PIS menyatakan tengah melakukan koordinasi dengan pengelola kapal dan otoritas maritim setempat guna memastikan keselamatan kru dan kapal serta mengupayakan kapal dapat segera keluar dari area teluk.

PIS turut memiliki kantor cabang di Dubai melalui PIS Middle East (PIS ME) dengan total 30 pekerja beserta keluarga yang tinggal di sana. Perusahaan menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia setempat.

Pelaksana Tugas Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan kondisi pekerja dan keluarga di Dubai dalam keadaan aman.

“Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dipastikan dalam kondisi aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (1/3/2026).

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia ke Samudra Hindia. Sebagai jalur esensial bagi perdagangan energi global, selat ini mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Sejak perang pecah Sabtu lalu, kapal-kapal tanker menghindari titik nadi ini karena risiko yang terus meningkat, termasuk ancaman Teheran terhadap kapal-kapal yang melintas.

Puluhan kapal tanker minyak bermuatan penuh berlabuh di Teluk Persia setelah serangan di dekat Selat Hormuz hampir menutup jalur air tersebut, mengganggu logistik regional, memperlambat ekspor, dan mengancam produksi jangka pendek.

(azr/wdh)

No more pages